Selanjutnya, kata dia, sejumlah potensi kendala turut diidentifikasi, seperti ketidaktertiban kendaraan, keberadaan pedagang di area pelabuhan, tingginya antusiasme masyarakat, serta belum seragamnya atribut tenaga kerja bongkar muat (TKBM).
Selain itu, juga disepakati sejumlah langkah penanganan, diantaranya penertiban area pelabuhan, pembatasan akses bagi pihak yang tidak berkepentingan, serta kewajiban penggunaan identitas bagi TKBM.
Sementara Asisten I Setda Halut menyebutkan, pertemuan yang dilakukan merupakan tindak lanjut arahan Bupati dan Wakil Bupati, dengan fokus pada penguatan koordinasi lintas sektor
Dia juga menekankan pentingnya pelaksanaan simulasi sebelum hari kedatangan kapal guna memastikan kesiapan teknis di lapangan, termasuk pengaturan lalu lintas yang akan dikoordinasikan oleh Dinas Perhubungan.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
