BOBONG – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB), menggelar Pendataan Keluarga 2021 serentak terhitung sejak 1 April sampai dengan 31 Mei 2021. Untuk itu, masyarakat kabupaten Pulau Taliabu diminta dapat berpartisipasi pada program Pendataan Keluarga (PK) 2021. Sebab, data yang terkumpul nantinya dijadikan dasar untuk menentukan kebijakan pemerintah.
Kepala DP2KB Kabupaten Pulau Taliabu, Gama Ashar menjelaskan PK 2021 adalah kegiatan pengumpulan data primer tentang data kependudukan, data keluarga berencana dan data pembangunan keluarga melalui kunjungan keluarga dari rumah ke rumah yang dilaksanakan oleh masyarakat dan pemerintah.
Disebutkan, PK 2021 dilakukan untuk memperoleh data di masing-masing keluarga di kabupaten, terutama untuk data kependudukan, data kemiskinan, data keluarga berencana. “Pelaksanaan PK tahun 2021, dimulai 1 April sampai dengan 31 Mei 2021. sebenarnya hari ini diadakan PK 2021 secara serentak di seluruh Indonesia,” katanya.
Terkait teknis pelaksanaan PK 2021, dirinya mengaku sejak 1 April 2021 yang lalu telah menerjunkan kader pendata 204 orang, supervisor 71 orang, Manager data 8 orang, dan manager Pengelola Kegiatan PK 21 8 orang, dengan target objek data 15.684 KK, di 328 RT. “Sesuai dengan juknis yang diterima ada sekitar 2.000 orang lebih kader pendata, yang nantinya akan di bagi per RT/RW,” paparnya.
Disampaikan, terdapat dua cara pendataan, yaitu manual dengan menggunakan formulir dan android, untuk mempercepat pelaporan dari hasil pendataan keluarga. “Jadi setiap RT/RW ada kadernya masing-masing, yang diambil dari lokasi setempat, domisili setempat, sehingga, mereka mengenal betul. Nanti bertugas mendata dari keluarga ke keluarga dari rumah ke rumah,” kata mantan kepala Inspektorat.
Lebih lanjut, ayah kandung dari wakil ketua DPRD Taliabu, Muhammad Jainal Ashar itu juga mengatakan, ada tiga indikator pada formulir PK 2021, yaitu indikator kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga. Ia berharap masyarakat dapat memberikan informasi yang selengkap-lengkapnya.
“Saya harap masyarakat memberikan data dengan jujur kepada kader pendata, yang nanti datang ke rumah. Ini penting, dalam rangka memperoleh data yang benar dan dalam rangka pembangunan yang akan datang,” pungkasnya.
“Pendataan keluarga tahun 2021, lanjut dia, menyediakan profil pasangan usia subur, keluarga dengan balita, keluarga dengan remaja, keluarga dengan lansia, keluarga berisiko stunting, dan aspek kesejahteraan keluarga by name by address yang tidak tersedia secara lengkap pada sumber data manapun. (bro/jos)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

