TERNATE – Sepanjang Januari hingga 12 Juli 2021, kasus kematian akibat virus SARS-CoV-2 terus meningkat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Malut mencatat per 12 Juli kemarin ada 8 orang yang tumbang akibat virus Corona. Jika ditambahkan dengan angka kumulatif kematian sebelumnya, maka sudah 159 orang di Malut yang tumbang akibat infeksi virus Corona.
159 kasus meninggal ini tersebar di 9 Kabupaten dan Kota, minus Kabupaten Pulau Taliabu. Namun Daerah yang mencatatkan angka kematian akibat Corona tertinggi sampai hari ini adalah Kota Ternate sebanyak 51 kematian, Kota Tidore Kepulauan sebanyak 32 kasus kematian, Halmahera Utara sebanyak 26 kasus.
Selanjutnya, Halmahera Barat 14 Kasus, Kepulauan Sula 11 Kasus, Halmahera Timur 11 kasus, Halmahera Selatan 10 kasus kematian, Halmahera Tengah 3 kasus dan Pulau Morotai 1 kasus kematian. Jika dibandingkan dengan data per 1 Juli 2021 yang tercatat sebanyak 129 orang yang meninggal. Maka telah terjadi penambahan sekitar 30 orang yang meninggal hanya dalam kurun waktu 11 hari.
Laporan harian Covid-19 Provinsi Malut yang diteken oleh Kabid P2P Dinkes Malut, dr. Rosita Alkatiri itu menyebut, untuk kasus aktif per 12 Juli sebanyak 2.169 kasus. Sementara jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 yang tercatat di 10 Kabupaten/Kota sampai saat ini sudah mencapai 7.075 kasus.
Sehari sebelumnya pada Minggu (11/07/2021), Dinkes Malut juga mencatat jumlah kasus konfirmasi positif mencapai 6.944 kasus. Atau terjadi penambahan sebanyak 131 kasus dalam sehari pada Senin (12/07/2021). Jika diasumsikan rata-rata pertambahan kasus positif dalam sehari sebanyak 100 kasus, maka hingga akhir Agustus mendatang kasus Covid-19 di Malut bisa menembus angka 10.000 kasus.
Meski begitu, dr. Rosita dalam laporan harian Covid-19 menyebut, jumlah kasus sembuh juga cukup banyak. Dimana per 12 Juli, total jumlah pasien Covid-19 yang sembuh sudah mencapai angka 4.747 orang. (nas)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

