BOBONG – Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu menargetkan, tahun depan pengguna air bersih meningkat lebih dari angka 1000 pelanggan.
Saat ini perbaikan pipa di dua desa Kecamatan Taliabu Barat telah dilakukan, yakni Limbo dan Lohok Buba, sehingga bisa menjamin air di dua desa stabil. “Alhamdulillah sekarang Desa Lohokbuba dan Desa Limbo sudah bisa menikmati air bersih, meski sempat gangguan. Ini tentu akan berdampak terhadap peningkatan jumlah pelanggan kita di tahun depan,” kata Direktur Teknis, PDAM Bobong Kisman Djanu pekan kemarin.
Pelanggan air bersih PDAM Bobong saat ini baru tercatat 600 pelanggan, sementara calon pelanggan tersedia apabila ditambah pelanggan baru di dua desa tersebut sudah lebih dari 1000 pelanggan.
Salah satu kendala yang dialami PDAM Bobong dalam meningkatkan jumlah pelanggan saat ini adalah stok meteran yang masih kurang. “Pembayaran yang dilakukan adalah berdasarkan penggunaan yang tercatat dari meteran. Karena itu, kita akan targetkan tahun depan harus mencapai 1000 lebih pelanggan air bersih sehingga penambahan meteran baru adalah hal penting yang harus dilakukan,” pungkasnya.
Amatan Fajar Malut, dalam kota Bobong, di sejumlah dusun belum teraliri air bersih dengan menggunakan meteran, bahkan di Dusun Mangruf, Desa Wayo belum teraliri air bersih, sehingga warga setempat terpaksa hanya mengandalkan air bersih asal PDAM sebelumnya yang diurus oleh warga setempat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Meski begitu, warga mengaku tidak mengandalkan PDAM lama, sebab airnya cenderung kotor, selalu ada semacam ampas dan tidak sejernih air di PDAM. Kondisi itu bukanlah hal baru, sejak pemekaran kabupaten hingga saat ini PDAM belum berhasil melayani masyarakat di Dusun Mangruf Desa Wayo.
“Kami berharap, pihak PDAM segera pikirkan agar kita juga dapat menikmati air bersih yang lebih layak dari PDAM,” harap Sahrul warga Dusun Mangruf Desa Wayo. (bro)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

