TIDORE – Meskipun telah diketahui Pelaksanaan Sail Tidore Tahun 2022, yang rencananya akan dihelat pada September mendatang. Namun anggaran masih menjadi kendala dalam melakukan promosi.
Pasalnya, di tahun 2022 ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Tidore Kepulauan, belum mengalokasikan anggaran yang maksimal untuk melakukan kegiatan sosialisasi dan promosi atas pelaksanaan Sail Tidore.
Akibatnya, membuat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tidore Kepulauan sedikit kesulitan untuk melakukan sosialisasi berupa pemasangan baliho dan promosi atas berbagai kegiatan yang nantinya dilakukan jelang pelaksaan Sail Tidore.
“Anggaran dukungan sail di bidang promosi, itu senilai Rp. 710 juta, anggaran ini diperuntuhkan untuk mempromosikan tarian kolosal pada saat puncak acara Sail Tidore. Untuk kegiatan ini, kita telah bekerjasama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta,” ungkap Kepala Disbudpar Kota Tikep, M. Ade Soleman saat ditemui sejumlah media di ruang kerjanya, Rabu, (16/2/22).
Lebih lanjut, mantan Kepala Dinas PUPR Kota Tikep ini menjelaskan, untuk kegiatan sosialisasi berupa pemasangan boaiho atas kegiatan Sail Tidore di tempat-tempat tertentu yang berada di Kota Tidore Kepulauan, maupun promosi melalui bandara dan pelabuhan, belum bisa dipastikan kapan akan dilakukan. Sebab, tidak ada dukungan anggaran untuk kegiatan tersebut.
“Kami sudah pernah mengusulkan kegitan seperti itu, namun belum diakomodir. sehingga kami belum bisa memastikan untuk melaksanakan kegiatan tersebut,” tuturnya.
Kendati demikian, Ade mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Tikep, mempromosikan kegiatan Sail Tidore, sehingga untuk saat ini, pihaknya masih menunggu kepastian dari Kementerian terkait.
“Kalau disini kita nantinya bekerjasama dengan dinas infokom Kota Tikep, untuk melakukan sosialisasi melalui media sosial,” ujarnya. Olehnya itu, Disbupar Kota Tikep membutuhkan dukungan kurang lebih senilai Rp.2 Miliar untuk memaksimalkan kegiatan sosialisasi dan promosi, sebab, pelaksanaan Sail Tidore ini, dirancang selama 6 hari.
“Saat ini yang kita pakai baru sebatas TV Tidore yang juga terkoneksi dengan YouTube, sehingga dalam setahun itu kita promosikan tentang Tidore dan termasuk juga kegiatan-kegiatan Sail Tidore,” tandasnya.
Ade menambahkan, terkait dengan sosialisasi dan promosi, meskipun belum dilakukan dalam bentuk kegiatan, namun informasi dari mulut ke mulut juga sudah menyebar kemana-mana. Bahkan di media sosial seperti facebook milik Disbudpar juga sudah mulai digerakkan untuk melakukan sosialisasi.
Sementara untuk promosi keluar Indonesia, itu sudah secara otomatis terpromosi ke beberapa negara yang tergabung dalam Anggota Global Network Of Maghelan Cities (GNMC). Karena di setiap pertemuan beberapa tahun lalu, itu juga dibahas mengenai agenda pelaksanaan Sail Tidore yang nantinya dirangkaikan dengan Napak Tilas 500 Tahun Pelayaran Magelhan.
“Disetiap pertemuan GNMC beberapa tahun kemarin, itu kita juga ikut membahas terkait dengan kegiatan Sail, sehingga dari beberapa Negara luar juga sudah tahu akan pelaksanaan kegiatan ini,” jelasnya. (ute)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

