Wali Kota Ternate Akui Setahun Kepemimpinan Masih Banyak Kelemahan

Wali Kota Saat Syukuran Satu Tahun (Ongki Pemkot)
Wali Kota Saat Syukuran Satu Tahun (Ongki Pemkot)

TERNATE– Selasa besok tepat satu tahun kepemimpinan Tauhid-Jasri dalam memimpin Kota Ternate, sejak dilantik 26 April 2021 lalu diakui masih masih kelemahan yang harus dibenahi. Hal ini disampaikan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman saat safari ramadhan yang dirangkaikan dengan syukuran satu tahun kepemimpinan Tauhid-Jasri di masjid Nurul Hijrah kelurahan Kalumata pada Senin (25/4/2022) malam yang dihadiri Forkopimda, Sekda, sejumlah pimpinan OPD serta Badan Syara dan warga.

Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman dalam sambutannya mengatakan, pada 26 April itu masuk satu tahun kepemimpinan mereka yang dilantik bersamaan bulan suci ramadhan tahun lalu, dan memasuki penghujung ramadhan. Dalam kepemimpinan mereka mengangkat tagline Mandiri dan Berkeadilan, yang telah dimasukan dalam RPJMD 2021-2026.

“Banyak harapan kepada kami yang terpilih di tahun 2020, dan jadi pekerjaan rumah bagi sejumlah kegiatan yang ada dalam 8 misi dan 14 program prioritas,” katanya.

Menurutnya, dalam kepemimpinan mereka ada banyak telah dilakukan namun masih banyak juga yang belum dilakukan, dalam setahun. Wali Kota beralasan, saat dilantik pada 2021 lalu Kota Ternate dan seluruh dunia dilanda covid19, dan pihaknya tetap berupaya untuk menjalankan program sebagai terjemahan pada saat kampanye 2020.

“Dengan kondisi objektif kota yang luas daratannya hanya 5 persen dari luas wilayah secara keseluruhan dengan jangkauan terjauh Batang Dua, Hiri dan Moti, kami harus mewujudkan kesejahteraan kepada 205 ribu jiwa yang ada di Kota Ternate, namun kita juga diperhadapkan dengan kondisi anggaran yang dilakukan refocusing dan masa transisi pemerintahan sementara APBD telah ditetapkan pada Desember 2020,” ungkapnya.

Pihaknya kata dia, tetap melakukan sebagian kegiatan pada 2021 agar visi dan misi dapat berjalan, dengan tetap melakukan penanganan covid19 di Kota Ternate. Dan pada 2021 bagi dia itu masa yang paling sulit ketika terjadi peningkatan covid19.

Selain itu kata Wali Kota, pada tahun pertama ini pihaknya juga diperhadapkan dengan masalah sampah yang harus dituntaskan, kemudian air bersih yang setiap hari dikeluhkan warga dan dia mengklaim pihaknya melakukan perubahan secara signifikan dengan merevitalisasi direksi PDAM yang dilakukan seleksi secara terbuka, untuk mencari mereka yang punya kemampuan mengatasi masalah air bersih.

“Bahkan ketika mesin di danau Laguna rusak, saya mendatangi langsung pabriknya mesin itu untuk mendapat kepastian alat untuk menjawab keluhan warga, dan itu bisa teratasi. Jadi air itu jadi kebutuhan yang harus dipenuhi siapapun jadi Wali Kota air itu kebutuhan dasar,” tegasnya.

Dikatakannya, sebagai langkah untuk penanganan sampah maka Pemkot tahun ini menyediakan sejumlah unit armada tiga roda untuk menjangkau daerah sepanjang barangka dalam rangkai mengatasi tumpukan sampah dibarangka yang sulit dijangkau oleh armada truck.

“Ini untuk menjawab ketersediaan armada kita yang sebagian rusak termakan usia, dan armada roda tiga itu akan diperuntukan bagi kelurahan yang sebagian besar dialiri oleh barangka atau kali mati, karena pesisir Ternate yang dipenuhi sampah ini berasal dari barangka terutama di lima kecamatan dalam pulau Ternate di luar Moti, Hiri dan Batang Dua dan langkah ini sebagai implementasi dari RPJMD,” sebutnya.

Dia juga menyentil, berkaitan dengan penataan pasar yang diakui Wali Kota cukup sulit namun penataan itu tetap dilakukan. Sementara berkaitan dengan penataan birokrasi menurut Wali Kota pihaknya telah mengeluarkan sebuah regulasi yang sudah di setujui KPK, langkah ini agar penataan birokrasi ke depan bisa maksimal, sebab apa yang dilakukan ini nantinya berdampak pada ketersediaan SDM di Pemkot Ternate sehingga jenjang karir ASN ke depan bisa teratur.

“Jadi masalah sampah, air, pasar dan birokrasi itu jadi perhatian. Namun yang paling utama itu kita dahulukan kepentingan warga. Jadi kami membutuhkan kritik dan saran dari semua elemen masyarakat, sehingga saya lebih banyak no comen di media karena kami lebih fokus pada kerja, kerja dan kerja karena menilai berhasil dan tidaknya memimpin kota ini adalah masyarakat,” tandasnya.

Dalam menyikapi kenaikan BMM kata dia, ada sejumlah aksi yang dilakukan mahasiswa pada beberapa objek. Dan langkah Pemkot Ternate mengeluarkan edaran itu agak masalah BBM ini tidak ada polemik secara terus menerus.
Diakhir sambutan Wali Kota mengajak kepada semua warga untuk mendukung program dan kebijakan Pemkot Ternate.(cim)

Berita Terkait