TOBELO – Harga komoditi kopra di kabupaten Halmahera Utara (Halut), dalam beberapa minggu ini terjadi penurunan yang cukup drastis. Sementara untuk harga komoditi lainnya berunpa cengkeh, pala, fuli dan coklat stabil.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Halut, Nyoter Koenoe menyebutkan, harga komoditi kopra mengikuti harga pasaran global, sehingga jika terjadi penurunan pembelian kopra, maka akan berpengaruh hingga hampir ke seluruh komoditi kopra. “Ini pengaruh dari pasaran global dan kita juga terkena dampak, sehingga harga komoditi kopra turun dari Rp 10 ribu perkilo menjadi Rp8 ribu per kilonya,” jelasnya kepada media ini, Senin (23/05/2022).
Mantan Kepala DPMD ini menuturkan, pihaknya berharap penurunan harga kopra tidak terjadi lama dan dapat kembali normal mulai dari harga Rp 10 ribu sampai Rp 11 ribu per kilonya. “Untuk fungsi kontrol dan pengawasan di lapangan tetap kami lakukan, sehingga meski terjadi penurunan tidak sampai berlebihan dan membuat petani kopra menjerit,” terangnya.
Meski demikian, lanjut Nyoter, untuk harga komoditi lainnya masih dijual seperti biasanya, dan hasil komoditi seperti pala, fuli dan coklat banyak yang dijual di pengusaha oleh petani. “Untuk harga pala dan fuli masih sangat normal fuli dari harga Rp 95 ribu hingga Rp 135 ribu per kilonya,” tutupnya. (fer)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

