Diduga Curang Warga Tolak Hasil Sengketa Pilkades Lata-Lata Halmahera Selatan

Warga desa Lata-Lata menolak hasil sengketa Pilkades

LABUHA – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) telah selesai dilakukan, bahkan sudah ada penetapan pemenang.

Kendati demikian hasil pemilihan yang dilakukan secara demokrasi guna mencari pemimpin desa definitif, ada desa sontak menuai kontroversi di sejumlah masyarakat. Seperti di desa Lata-Lata Kecamatan Kasiruta Barat, Kabupaten Halsel. 

Dimana masyarakat disana ramai-ramai memprotes hasil sengketa Pilkades, lantaran diduga ada kecurangan karena pemenang dalam Pilkades adalah Cakades nomor urut 3 yakni  Natalya Faici dengan total 184 suara, sedangkan Cakades dengan nomor urut 1 M.Nur Senen dengan selisih 87 suara atau mendulang 97 suara namun panitia menetapkan pemenang M Nur Senen. 

“Segera lantik Cakades terpilih, karena itu merupakan pilihan masyarakat bukan pilihan pemerintah,” kata salah satu warga yang ikut dalam aksi di depan kantor DPMD Rabu (11/01/23).

Warga juga menyebutkan, DPMD Kabupaten Halsel mengambil keputusan tidak ada surat rekomendasi dari KPU dengan alasan bahwa Cakedes atas nama Natalya Faici tersebut masuk dalam salah satu parpol adalah tidak adil.

“Apabila aksi kami ini tidak diindahkan maka kami akan kembali membawa masa yang lebih banyak untuk membakar Kantor DPMD,” teriak warga saat melakukan aksi.

Sementara itu Kadis PMD Kabupaten Halsel Maslan Hi Hasan mengatakan, putusan adalah mutlak, dan apabila masyarakat tidak merasa puas dipersilahkan tempuh jalur hukum.

Setelah mendengarkan paparan dari Kadis PMD pukul 16.10 WIT, massa aksi meninggalkan kantor DPMD, selanjutnya menuju ke kediaman Wakil Bupati Halsel untuk melanjutkan aksi yang sama. (nan)

Berita Terkait