Bumdes Loleo Sukses Kembangkan Unit Usaha Depot Ikan

Aktifitas Depot Ikan Desa Loleo

WEDA – Upaya Badan Usaha Milik Desa (Bundes) Desa Loleo, Kecamatan Weda Selatan dan Bumdes Yoi, Kecamatan Pulau Gebe dan Bumdes perlu perlu diapresiasi. Melalui usaha di bidang perikanan tangkap mereka sukses mengelola unit usaha depot ikan.

Kabid Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, M. Subhan Somola kepada Fajar Malut mengatakan, Bumdes yang bergerak disektor perikanan yang pertama kali dia dampingi adalah Bundes Loleo dengan unit usaha depot ikan dan depot ikan Desa Yoi. “Bumdes yang kelola depot ikan pertama itu Bumdes Loleo, kini Desa Yoi,” ucapnya.

Subhan mengaku, untuk Bundes Loleo dengan unit usaha depot ikan itu didirikan sejak tahun lalu. Dan tahun 2022 itu mereka mampu meraup omset Rp50 juta sampai Rp70 juta dari hasil pengelolaan depot ikan tersebut. “Jadi pada tahun lalu Depot Ikan Desa Loleo mampu meraup untung Rp50 juta. Sementara untuk Desa Yoi baru star di tahun 2023 untuk usaha depot ikan (perikanan tangkap dan pasca tangkap),” katanya.

Dikatakannya, depot ikan di Desa Loleo progresnya cukup bagus, namun masih terkendala pada armada tangkap. Sementara pasar yang meminta suplai ikan sudah lumayan tinggi. “Salah satunya adalah mitra BUMDES Loleo itu PT Irama Prima Sejahtera,” akunya.

“Dalam satu tahun itu pendapatan mereka sekitar Rp70 juta. Itu pun rehat selama dua bulan karena kondisi alam (musim angin dan gelombang tinggi),” tambah Subhan.

Selain itu juga, depot ikan Desa Loleo memiliki pasar atau mitra sekitar 15 mitra kerja (dibo-dibo) di Kota Weda.

Selain depot ikan Desa Loleo, Subhan mengaku ada juga Depot Ikan di Desa Bobane Jaya, Kecamatan Patani Barat yang mengelola hasil tangkapan ikan dari nelayan setempat dan dijual hingga ke Weda. “Selain Loleo, sekarang depot ikan di Desa Bobane Jaya juga berjalan cukup baik untuk penjualan ikan mentah,” ujarnya.

“Termasuk juga Bumdes Dotte yang mengelola depot ikan,” tuturnya. Untuk Depot Ikan di Desa Yoi, Subhan mengaku sudah dianggarkan sejak tahun 2022 namun star awal produksi tahun 2023. “Sebab infratrukturnya baru dibangun (depot ikan, depot es baru) untuk memenuhi kebutuhan nelayan dan pengepakan ikan untuk dikirim ke luar Gebe,” kata Subhan.

Selain pembangunan depot ikan, depot es juga diadakan kapal motor penampung ikan dengan kapasitas 7 ton. Dan unit mesin pembuat es batu. Sekaligus sarana pembantu lainnya. “Target distribusi mereka itu perminggu dengan perkirakan 4 ton sekali drop. Itu target maksimal. Minimalnya 3 ton,” ucapnya lagi.

“Jadi produksi ikan antara 12 sampai 16 ton per bulan. Rata-rata ikan dasar dan sejenisnya,” tambah Subhan.

Selain beberapa depot tersebut, Kabid PPMD mengaku ada beberapa desa yang telah dia usulkan untuk mengelola Bumdes di bidang perikanan seperti Desa Lelilef Waibulan dan Desa Gamaf karena dekat dengan industri dan populasi cukup tinggi. “Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari desa,” akunya.

Subhan menyampaikan, saat ini juga ada dua depo ikan di Desa Pantura Jaya dan Desa Batu Dua, Kecamatan Patani Utara sudah jalan tapi saat ini macet dan tidak jalan lagi. “Kenapa macet dan tidak jalan, saya juga belum tahu pasti,” tutup Subhan. (udy)

Berita Terkait