- Sarankan Pedagang Diberikan Pembinaan
TERNATE – Sejumlah kawasan yang telah ditata oleh Pemkot Ternate, diminta untuk dapat dijaga agar aset tidak rusak, hal ini disampaikan DPRD Kota Ternate. Sebab penataan sejumlah kawasan yang nantinya jadi pusat pertumbuhan ekonomi itu menelan anggaran cukup besar, sehingga perawatan menjadi salah satu solusi agar kawasan tersebut dapat terus terjaga bahakan para pedagang yang nantinya menempati lokasi itu juga dapat diberikan pembinaan.
Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate Anas U. Malik mengatakan, penataan kawasan kuliner tepat berada di belakang Jatiland Mall yang dalam waktu dekat rencana akan diresmikan, untuk itu pihaknya berharap dengan penataan kawasan yang menelan anggaran yang cukup besar itu kedepannya diharapkan punya kontribusi PAD.
Dia menyebut, penataan sejumlah kawasan di Ternate Tengah hampir tiap tahun dialokasikan anggaran oleh Pemkot Ternate, bahkan ditahun ini Pemkot menata beberapa lokasi diantaranya taman Nukila, Pusat Kuliner, kemudian Pantai Falajawa dan Pandara Kananga, dengan kawasan yang telah ditata ini diharapkan kedepan juga dilakukan pemeliharaan.
“Kalau setelah penataan harus didukung juga dengan pemeliharaan, jangan sampai setelah ditata kemudian dengan waktu tidak terlalu lama kawasan itu sudah rusak,” katanya, pada Senin (11/12/2023).
Dia kembali menegaskan, setelah ditata harus juga dilakukan pengawasan dan pemeliharaan, jangan sampai seperti yang terjadi di Pandara Kananga pasca diresmikan kemudian sudah ada coretan, kemudian sudah ada kerusakan papan nama Pantai Falajawa.
“Untuk itu kemarin Komisi III menyarankan khusus pandara Kananga dapat dibuatkan satgas untuk mengawasi objek dan asset pemerintah kota yang berkontribusi terhadap PAD itu dirawat dan ditata, sehingga estetikanya bisa terjaga. Jangan setelah ditata tapi tidak didukung dengan perawatan dan pemeliharaan,” pintanya.
Dia juga menyarankan, dalam penataan ini Pemkot Ternate juga harus melakukan pemerataan pada seluruh kawasan baik di Ternate Selatan, Tengah maupun Utara. Salah satunya termasuk kawasan Dufa-Dufa dan Mangga Dua mestinya juga harus jadi perhatian serius pemerintah dalam melakukan penataan.
“Kalau semua kawasan itu sudah ditata maka nantinya kebijakan ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, dan dapat mengurai warga sehingga tidak menumpuk pada satu kawasan karena banyak pilihan yang bisa di kunjungi warga, jadi penataan itu harus ada pemerataan pada semua kecamatan termasuk di tiga pulau terluar yaitu Moti, Hiri dan Batang Dua,” tegas, politisi Golkar Kota Ternate ini.
Terpisah, Wakil Ketua II DPRD Kota Ternate Arifin Djafar megatakan, DPRD penataan yang dilakukan, karena dengan begitu akan ada pertumbuhan pusat kuliner baru yang nantinya dapat berpengaruh terhadap peningkatan PAD, hanya saja dalam pengelolaannya dia mengharapkan sedapat mungkin Pemkot Ternate menata dengan baik dari aspek keberlanjutannya.
“Karena penataan ini akan ada pertumbuhan ekonomi baru, dan dampaknya juga bagus baik peningkatan PAD maupun peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya berkecimpun di kuliner tersebut,” katanya.
Namun kata dia, selalu saja ada masalah yang timbul apabila Pemkot Ternate tidak menata manajemen pengelolaannya dengan baik, diantara kebersihan maupun pelayanan dari pedagang kepada konsumen.
“Kita berkaca dari Pandara Kananga yang bagus untuk pertumbuhan ekonomi baru, tapi dalam pelaksanaannya harus ada pembinaan kepada warga masyarakat yang menempati lokasi tersebut (pedagang) untuk memberikan pelayanan kepada konsumen dan ketaatan terhadap kewajiban pajak daerah, kemudian kebersihan” pintanya.
Menurut dia, hal ini untuk mengantisipasi jangan sampai para konsumen ketika datang dan menerima pelayanannya tidak bagus akan memberikan kesan yang tidak baik.
“Karena tidak ada standar harga makanan dan minuman disitu, jangan sampai melihat ada orang baru dan mereka main tulis saja harganya bahkan tidak di tulis dan hanya langsung bilang begitu saja, jadi perlu ada pembinaan dan pendampingan kepada para pedagang ini,” tegasnya.*
Editor : Hasim Ilyas
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

