Pemkab Morotai Kewalahan Biayai 300 Mahasiswa Unipas

Kantor Bupati Morotai

DARUBA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai mengaku kewalahan dengan pembiayaan akhir studi mahasiswa Universitas Pasifik (Unipas) tahun ini. Pasalnya, jumlah usulan akhir studi dari mahasiswa Unipas tahun ini mencapai 300 orang. 

“Sekarang kami menunggu tagihan dari kampus untuk UKT semester ganjil maupun akhir studi, karena dari skema perjanjian kerjasama kemarin  akhir studi juga menjadi pembiayaan yang ditanggulangi oleh Pemerintah Daerah. Cuma mungkin untuk tahun ini kami akan lihat, karena pagu yang disediakan dengan jumlah 300 orang di akhir studi yang dikoordinasikan oleh Wakil Rektor 2 kemarin, itu otomatis pembiayaan cukup besar,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Pulau Morotai, Sahril Totona, Senin (29/7/2024). 

Karena biasanya, menurut Sahril, komponen akhir studi diakumulasikan nilainya per orang sebesar Rp 9 juta lebih. Artinya jika dikalikan dengan jumlah 300 orang yang mengajukan akhir studi, maka Pemkab harus menyediakan dana kurang lebih Rp 2,7 Miliar. 

“Untuk itu kami sudah diskusikan dengan pimpinan tinggal di lihat skemanya, kalau sesuai dengan pagu kami, Pemkab mencoba sortir agar semua bisa dapat. Tinggal di lihat dari 5 komponen yang ada, komponen  apa saja yang bisa di tanggungung jawab atau direalisasi oleh Pemkab,” katanya. 

Diakui, dalam pembiayaan akhir studi dalam 3 tahun sebelumnya, Pemkab tidak terlalu terbeban dengan anggaran.

Berita Terkait