Gustu Covid-19 Provinsi Malut Dianggap Lambat

Daud Jubedi

LABUHA – Tim Gugus Tugas percepatan penanganan dan pencegahan Covid-19  Provinsi Malut di anggap bergerak sangat lambat. Betapa tidak, sudah sebulan, spesimen Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun yang terkonfirmasi covid-19 dari Kabupaten Halmahera Selatan belum disampaikan hasilnya.

Kabarnya, spesimen yang dikirim belum diperiksa di RSUD Chasan Boesoirie Ternate. Padahal, RSUD Chasan Boesoirie Ternate adalah satu-satunya rumah sakit di Provinsi Malut yang ditunjuk oleh pemerintah pusat untuk memeriksa spesimen menggunakan alat PCR guna mendeteksi secara cepat penyebaran Covid-19.

“Sebanyak 52 spesimen yang kami kirim itu belum ada hasilnya dan masih on proses,” ungkap Sekretaris Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Halsel Daud Jubedi, Selasa (16/6).

Daud mengaku, sampai sekarang belum mendapatkan informasi dari Provinsi Malut terhadap perkembangan spesimen yang dikirim. Sebanyak 52 yang dikirim ke Provinsi Malut itu ada bervariasi. Ada yang dua minggu dan satu minggu, bahkan satu spesimen itu sudah sebulan. “Kalau spesimen dari Kayoa itu sudah satu bulan lalu kami kirim, namun masih on proses,” ujar  Daud. (nan)

Berita Terkait