BOBONG – Kendati setiap terjadi banjir di sungai Desa Wayo, Kecamatan Taliabu Barat selalu saja ada luapan air di pemukiman dan badan jalan. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat tidak memikirkan solusinya, salah satunya tanggul penahan banjir.
Kepala BPBD Kabupaten pulau Taliabu Sutomo Teapon mengku tidak bisa berbuat banyak. Alasannya, BPBD tidak bisa membangun tanggul baru karena hanya fokus rehab rekon. “Kalau rusak BPBD buat, tapi bikin baru BPBD tidak bisa,” kata Sutomo, ketika dikonfirmasi, Selasa (30/6).
Kini, BPBD cukup mengimbau warga tidak menempati daerah rawan banjir di bantaran sungai. Meski pihaknya bersama tim rehab rekon BNPB provinsi sudah pernah meninjau langsung sungai di Desa Wayo itu dan telah dimasukkan dalam anggaran rehab rekon tahun.
Padahal, jembatan penghubung Desa Wayo dan Desa Talo yang berada di sungai itu sudah mengalami kemiringan berat akibat banjir ini. Sayangnya, anggaran tersebut terpaksa dialihkan untuk pembuangan tanggul penahan banjir.
Hanya saja, setelah ditinjau tim rehab rekon, pembangunan tanggul harus dilaksanakan berbarengan dengan jembatan. Dengan demikian, alokasi anggaran tersebut dialihkan untuk bangun tanggul penahan banjir di Dusun Salenga, Desa Bobong yang sementara ditenderkan. Sementara pekerjaan jembatan penghubung Desa Wayo – Talo yang dianggarkan melalui APBD kabupaten dan mulai dikerjakan awal tahun 2020 ini mangkrak sehingga warga terpaksa bertahan dengan jembatan yang ada. Meski sudah miring dan terancam roboh, dan tanggul penahan banjir pun belum ada tanda tanda dibangun.
Akibatnya, setiap terjadi banjir selalu saja terjadi luapan air yang meluas ke badan jalan dan bahkan merendam pemukiman penduduk. Warga berharap, kondisi ini secepatnya dapat direspon oleh pemda setempat agar terhindar dari bahaya banjir.
Berdasarkan informasinya, rumah rumah yang tergenang akibat banjir di Desa Wayo dan desa-desa tetangga lainnya sebanyak 700 KK dan BPBD hanya dapat mengusulkan bantuan logistik. “Kami sementara bikin permintaan permohonan bantuan logistik ke provinsi terhadap warga terdampak banjir diperkirakan sekitar 700 KK tersebar di 5 desa kecamatan Taliabu Barat, yakni Desa Bobong, Wayo, Talo, Ratahaya dan Desa Kilong,” sebutnya. Sembari mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD provinsi dan dalam waktu ini, ada tim mau turun. (bro)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

