Penderita Covid-19 di Ternate Menurun

Dinas Kesehatan Kota Ternate

TERNATE Pergerakan angka kasus Covid-19 di Kota Ternate kian hari makin menurun. Pasalnya, setelah menerima  kasus ini, Dinas kesehatan Kota Ternate langsung mengirim sampel ke RSUD Chasan Boesoirie untuk dilakukan pemeriksaan swab.

“Pergerakan kasus menurun, karena setiap dapat kasus, kita langsung kirim ke RSUD Chasan Boesoirie untuk pemeriksaan swab. Swab kalau dikirim 15 orang atau 17 orang setelah diterima hasilnya sekitar enam orang, tidak sama kemarin kalau kirim 15 balik semua. Kasus tetap ada, tapi trend menurun,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate Nurbaity Radjabessy, Senin (14/9).

Menurutnya, tiap hari ada kasus, sehingga harus diisolasi selama 14 hari, kemudian dipantau tenaga kesehatan dan gustu. “Kita tidak bisa kase turun status orange, semua itu arahan dari Kemenkes,” cetusnya.

Dikatakannya, pasien Covid-19 tersebut tetap dipantau oleh tenaga kesehatan di puskesmas pada masing – masing wilayah. “ Tiap hari mereka keliling, dari surveilans dan bidan desa,  mereka keliling kasih vitamin dan obat. Jadi saya fokus tangani warga yang di kelurahan, kalau di jalan itu bagian penegakan hukum dari Polri dan TNI,” jelasnya.

Sementara, intensif tenaga medis dari pusat untuk bulan April sampai Juni kata dia, sampai pada bulan Agustus baru dicairkan. “Data itu ada rumusnya, misalnya ada pemeriksaan OTG dan sebagainya, tracking dan sebagainya dihitung.

Petugas kesehatan sebanyak 230 orang lebih yang masuk di pembayaran pusat, setelah anggaran dari pusat masuk, mereka harus menggantikan biaya yang dikeluarkan Pemda. Karena pembayaran intensif kemarin menggunakan anggaran dari Pemda,” ucap dia.

Dia menambahkan,  anggaran tenaga medis dari pusat per orang sebesar Rp5 juta, tapi dari daerah sudah dicairkan senilai Rp2,2 juta sampai Rp4,2 juta.

“Tapi kalau tenaga kesehatan ada yang jaga 7 hari dan 12 hari. Mereka dapat uang itu, makanya kita kembalikan ke daerah. Pengembalian itu mereka harus kembalikan Rp4,2 juta dan sisanya Rp800 ribu untuk mereka. Sekarang kami lagi siapkan dokumen dipilah rekening, dana total dari pusat Rp1,08 miliar baru 60 persen, sisanya 40 persen. Anggaran ini tidak bisa dapat dobel, sehingga dipotong langsung oleh Bank melalui rekening,” ungkapnya.

Sementara itu, data Gugus tugas Covid-19 Kota Ternate, hingga Senin 14 September 2020, jumlah kumulatif terkonfirmasi kasus Covid-19 di Kota Ternate berjumlah 762, Sembuh 706 dan meninggal sebanyak 21 orang. (cim)  

Berita Terkait