Arafah, Idul Adha dan Moderasi Beragama

Sikapi Perbedaan: Perspektif Moderasi Beragama

Moderasi beragama adalah cara pandang atau sikap beragama yang seimbang antara pengamalan agama sendiri (eksklusif) dan penghormatan kepada praktik beragama orang lain yang berbeda keyakinan (inklusif).

Keseimbangan atau jalan tengah dalam praktek beragama ini niscaya akan menghindarkan kita dari sikap ekstrem kanan/konservatif di satu sisi dan ekstrem kiri/liberal di sisi lain. Moderasi beragama bukan berarti memoderasi agama, karena agama dalam dirinya sudah mengandung prinsip moderasi, yaitu keadilan dan keseimbangan. Namun yang dimoderasi adalah (orangnya/pemeluknya) dalam cara pandang/pemahaman dan pengamalan ajaran agama.

Moderasi beragama bukan upaya menjauhkan umat dari ajaran agamanya, justru moderasi beragama menginternalisasi nilai-nilai universal agama, agar menjadi landasan spiritual, moral dan etika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ada sembilan prinsip atau kata kunci sebagai nilai universal moderasi beragama, yaitu: martabat kemanusiaan, kemaslahatan umum, keadilan, kesetaraan/keseimbangan, taat hukum/konstitusi, toleransi, anti kekerasan, komitmen kebangsaan, dan penerimaan terhadap tradisi lokal.

Untuk menyikapi perbedaan Idul Adha tersebut, maka internal umat Islam Indonesia mestinya berpegang pada prinsip taat hukum dan selalu mengutamakan prinsip toleransi.

Dalam hal ini, kaidah hukum Islammenyebutkan, jika terjadi perbedaan pendapat di tengah umat (termasuk soal  waktu Idul Adha) oleh para ahlinya, maka keputusan hukum/pemerintahdalam masalah ini menyelesaikan perselisihan dan perbedaan pendapat. Karena itu keputusan pemerintah/Menteri Agama dalam perbedaan pendapat ini yang harus ditaati/diikuti, termasuk pemerintah di daerah harus mengikuti keputusan pemerintah pusat dalam persoalan urusan keagamaan. Namun meskipun demikian, pemerintah tidak melarang umat Islam yang akan melaksanakan Idul Adha pada hari Sabtu, 9 Juli 2022.Inilah yang disebut prinsip toleransi dalam intern umat beragama.

Jalan Moderat Ditengah Perbedaan