Notice: Function register_uninstall_hook was called incorrectly. Only a static class method or function can be used in an uninstall hook. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 3.1.0.) in /home/fajarmal/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Ketua DPRD Baca Sejarah Singkat Pemekaran Kabupaten Halteng - FajarMalut.com

Ketua DPRD Baca Sejarah Singkat Pemekaran Kabupaten Halteng

Ketua DPRD Halteng Zulkifli Hi Bayan

HALTENG – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah kini talah berusia 35 tahun tepat pada 31 Oktober 2025.

Pada momen upacara HUT Kabupaten Halmahera itu Ketua DPRD Halteng Zulkifli Hi Bayan membacakan sejarah singkat pemekaran Kabupaten itu.

Zulkifli menyampaikan fase itu dimulai dari masa Kesultanan Tidore. Dimana dalam catatan sejarah, kawasan Weda, Patani, Maba dan juga Gebe dikenal dengan sebutan Gam Range, adalah daerah otonom yang dipimpin oleh Sangaji dalam wilayah Kesultanan Tidore.

Pada fase sejarah kesultanan hingga kemerdekaan, negeri ini pernah melahirkan pahlawan seperti Sultan Nuku yang bergelar Jou Barakati dan Haji Salahuddin bin Talabuddin yang dikenang sebagai tokoh Pejuang Merah Putih yang karena perjuangannya beliau ditangkap di Patani dan ditembak mati oleh Belanda di Skep Ternate pada bulan Juni 1948. Untuk mengenang perjuangannya, lokasi eksekusi tersebut diabadikan menjadi nama Kelurahan Salahuddin oleh Pemerintah Kota Ternate.

Kemudian lanjut Zulkifli, pada Masa Kemerdekaan. Dalam upaya mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi dari Pemerintah Belanda, dikeluarkanlah Undang–Undang Nomor 15 Tahun 1956 jo. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 20 Tahun 1957 tentang Penambahan Undang-Undang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Irian Barat sebagai Undang-Undang, dengan wilayah de facto-nya meliputi : Kewedanaan Tidore  yang mencakup Distrik Tidore, Oba dan Wasileo serta Kewedanaan Weda yang mencakup Distrik Weda, Maba, dan Patani/Gebe.

Berita Terkait