DARUBA – Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai, F Revi Dara, mengungkapkan ada dua investor asal Jepang dan Taiwan yang ingin berinvestasi di Kabupaten Pulau Morotai, khususnya di sektor Kelautan dan Perikanan. Bahkan nilai investasi yang ditawarkan pun, cukup besar yakni senilai Rp 100 triliun.
Akan tetapi, menurut Sekda belum ada kesepakatan resmi antara Pemkab dan pihak investor. Pemkab, kata dia, masih meninjau kembali semua dokumen dari pihak investor terkiat rencana investasinya.
“Ada investasi yang masuk dari Jepang dan Taiwan. Kita masih pra MoU kemarin, karena masih Covid di Taiwan, sehingga dipending sementara. Jadi, kalau Covid sudah selesai di Taiwan maka kelanjutan Pra MoU akan ditindaklanjuti. Itu karena investasi mereka kurang lebih 100 Triliun dengan Taiwan,” ungkap Sekda kepada Fajar Malut Minggu (30/10/22).
Berdasarkan dokumen pra MoU, dari 100 triliun yang ditawarkan Taiwan, lanjut Revi, pemenuhannya sampai dengan produksi pengalengan (pabrikan).

“Kemarin di Pra MoU seperti itu, dalam pra MoU kan mereka akan membangun pabrik di wilayah Morselbar antara Desa Wayabula dan Desa Tutuhu, dan itu semua pembiayaan dari mereka, baik pembebasan lahan dan lain-lain,” katanya.
Jadi, kata dia, Pemkab masih menunggu keseriusan mereka untuk kerjasama. “Kenapa kita perlu lakukan tahapan pra MoU, karena kita juga harus punya trik, jangan sampai MoU disalah gunakan atau dimanfaatkan oleh kepentingan yang lain, sehingga kita melihat strategi ini sebagai Pra MoU untuk melihat keseriusan mereka, jangan sampai menggunakan MoU itu untuk hal-hal lain, baik itu peminjaman dana dan segala macam,” ujar Revi.
Semua rencana ini, bagi Revi, tak lain adalah untuk mendorong sektor perikanan yang merupakan bagian dari potensi besar di Kabupaten Pulau Morotai. “Ini untuk kesejahteraan masyarakat Morotai,” pungkas Revi. (fay)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

