TOBELO – Hujan deras yang mengguyur Maluku Utara (Malut) pada umumnya sejak minggu (1/3) hingga Senin (2/3) membuat sejumlah desa terendam banjir dengan ketinggian bervariasi.
Di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) misalnya, sejumlah desa dilanda banjir setelah diguyur hujan deras beberapa jam. Bagaimana tidak, hujan deras yang mengguyur sejumlah desa, yakni desa Leleoto, desa Katana, desa Yaro di Kecamatan Tobelo Timur, Desa Togoli di Kecamatan Tobelo Barat dan Desa Tobe, Senin (02/03) ini, membuat rumah warga dan sarana lainnya terendam banjir.
Sementara itu, Pantauan Fajar Malut debit air sejumlah sungai mengalami peningkatan, misalnya di sungai Wailamo sekitar pada pukul 13.00 Wit siang kemarin. Untuk itu warga yang berdomisili di bantaran sungai harus lebih waspada lagi.
Mengetahui sejumlah desa terendam banjir, Bupati Halut Frans Manery langsung menuju ke lokasi banjir yang didampingi Asisten III Bidang Ekonomi dan Pembangunan Yudihart Noija, BPDB serta pimpinan OPD terkait lainnya.
Dilokasi banjir, Bupati Frans langsung bertemu masyarakat dan meninjau lokasi jembatan penyeberangan yang putus akibat diterjang banjir di desa Katana kecamatan Tobelo Timur. Kepada bupati, masyarakat menyebutkan, sejak pukul 07.00 Wit desa mereka telah digenangi air hujan, hingga membuat jembatan penghubung yang terbuat dari kayu antar desa terputus, yang menyebabkan anak-anak sekolah dan masyarakat tidak dapat beraktivitas seperti biasanya.
Sementara itu 2 desa lainnya adalah desa Leleoto dan Desa Yaro terjadi banjir rob. Dimana permukaan air laut yang pasang hingga kedaratan, diperparah dengan luapan air sungai, karena curah hujan yang tinggi hingga menyebabkan puluhan rumah terendam banjir. Untuk itu Bupati Halut Frans Maneri langsung menginstruksikan kepada dinas terkait untuk segera mengambil langkah penanganan dengan mengantisipasi berbagai kemunginanan jatuhnya korban serta banjir susulan. Pemkab Halut dalam hal ini BPBD dan dinas Sosial juga telah mendirikan posko penanggulangan, sambil melakukan berbagai upaya untuk menangani bencana banjir dengan melakukan evakuasi korban bencana banjir, penyediaan dapur umum, bantuan makanan dan sejumlah kebutuhan lainnya. Diketahui Kabupaten Halut memang selalu menjadi langganan banjir. Tahun 2019 misalnya sejumlah desa di Kecamatan Kao Barat, seperti desa Tuguis, desa Pitago, desa Bailengit, desa Soamaetek dan desa Parsega digenang banjir, hingga jalan yang menghubungkan Tobelo-Galela pada saat itu menjadi korban ganasnya aliran air. Sementara itu kabid Kadaruratan BPBD Pemab Halut Henny Tonga hingga senin malam masih berada di lokasi. “Datanya belum terkumpul semua, sementara saya dilokasi, focus kami untuk penanganan terlebih dahulu, biar kebutuhan warga bisa terpenuhi,” ungkapnya Henny kepada Fajar Malut melalui telepon seluler saat dirinya berada di desa terdampak banjir di desa Togolioa. Data sementara yang diperoleh Fajar Malut jumlah warga yang mengungsi untuk desa Yaro sebanyak 16 Kepala Keluarga (KK) desa Leleoto 35 KK, desa Togoliua 33 KK, desa Katana 2 unit jembatan terputus, desa Kusuri 17 KK. Ratusan KK ini mengungsi dikarenakan rumah mereka terendam akibat banjir.(fer)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)


Berikan Komentar pada "Ratusan KK Mengungsi Akibat Banjir"