PDP Malut Meningkat 9 Orang

TERNATE – Jumlah kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Provinsi Maluku Utara (Malut) mengalami kenaikan dari 7 menjadi 9 orang.

Juru bicara gugus tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut, dr. Rosita Alkatiri dalam pres release yang diterima melalui video confrence dari posko Covid-19, Minggu (29/3). Tim gugus tugas Covid-19 mencatat, penambahan 2 PDP Covid-19 di Malut berasal dari Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dengan demikian untuk PDP dari Halut berjumlah 4 orang dan 1 orang menjalani perawatan di RSUD Chasan Bosoirie, sementara 3 orang lainnya menjalani perawatan di RSUD Tobelo. “Yang tercatat hari ini PDP sebanayak 9 orang,” ungkapnya.

Untuk kasus PDP Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) yang dirujuk dari RSU Jailolo kata Rosita, saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Chasan Bosoirie Ternate sebagai RS rujukan pasien covid-19 tingkat Provinsi Malut.

Dia juga  mengatakan, dari data yang diterima dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten/Kota serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas III Ternate, saat ini jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) masih 38 orang, sementara kasus Orang Dalam Pengawasan (ODP) terjadi peningkatan 10 orang secara keseluruan sehingga menjadi 188 sementara satu kasus sudah terkonfirmasi positif covid-19. “Peningkatan ini terjadi di beberapa kabupaten, sebab ada yang sudah melewati masa pemantauan dan ada yang baru memulai masa pemantauan,” katanya. Untuk itu dirinya berharap sekaligus mengajak untuk tetap tenang dan tidak panik serta tidak membagikan berita atau informasi yang tidak jelas terkait dengan covid-19. “Tetap tenang dan ikuti himbauan pemerintah untuk tetap di rumah sehingga bisa memutuskan mata rantai penyebaran covid-19 di Malut,” pungkasnya.

Lockdown Tunggu Kesiapan

Sementara itu pemerintah provinsi Malut saat ini terus berupaya mempersiapkan kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat Malut sebelum diberlakukan lockdown. Sekprov Malut, Syamsuddin A Kadir saat diwawancarai di gedung Malaria center Minggu (29/3) mengatakan, Pemprov Malut akan melakukan lockdown untuk pencegahan menjalarnya wabah covid-19, namun masih dibahas langka-langka sebelum diusulkan ke pemerintah pusat. Kata dia sambil menunggu aturan yang keluar, dirinya meminta kepada  forkopimda untuk semakin memperketat physical dan sosial distancing, serta mempersiapkan segala hal terkait kebutuhan masyarakat yang berpenghasilan harian untuk stok bahan makanan. “Persiapan yang dilakukan dengan mendata masyarakat yang layak menerima logistik, terutama orang tidak mampu, itu yang saat ini kita perhitungkan,” terangnya. Kata dia, perencanaan tersebut untuk seluruh kabupaten dan kota, termasuk presentase pembagian pos anggaran stok pangan yang akan disepakati.

“Lebih diperjelas melalui rapat bersama TAPD dan Bappeda untuk menggeser anggaran sosialisasi maupun perjalanan dinas untuk ditampung keperluan tersebut,” ucapnya. “Untuk Lockdown masih menunggu instruksi, saat ini kita baru lakukan lock steril, batasi orang yang masuk dari luar ke Malut, termasuk pembatasan keberangkatan di sejumlah pelabuhan,” kata Kadis Perhubungan Malut Armin Zakaria.

Sementara itu informasi yang dihimpun Fajar Malut di Bandara Babullah Ternate, Minggu (29/3) terdapat seorang penumpang dengan menggunakan salah satu masakapai dari Ujung Panjang tujuan Ternate diperiksa ketat oleh pihak karantina bandara Babullah. Yang bersangkutan memiliki riwayat penerbangan dari New York Amerika Serikat-Chicagi-Jepang-Jakarta-Ujung Pandang-Ternate dilakukan pemeriksaan tim gugus penanganan Covid -19 bandara Babullah Ternate. Dalam pemeriksaan kondisi yang bersangkutan normal sehingga dikategorikan sebagai ODP.(iin/red)

Berita Terkait

Berikan Komentar pada "PDP Malut Meningkat 9 Orang"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*