Tuntut Keadilan, Karyawan Kontraktor PT. HPAL Protes

Karyawan Kontraktor PT. HPAL Protes

LABUHA – Gencarnya sosialisasi terkait dengan social distancing dan physical distancing, tidak membuat niat Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok masuk ke provinsi Maluku Utara (Malut). Buktinya PT. Halmahera Persada Lygen (HPAL) di bawah naungan PT. Harita grup Senin (13/4) di demo oleh ratusan karyawan terkait dengan masuknya TKA asal Tiongkok.

TKA sebanyak 48 orang asal Tiongkok di bawa oleh PT. Harita group dengan menggunakan kapal Budi Mulya. Kapal itu berangkat dari Manado, Sulawesi Utara (Sulut) melalui pelabuhan Bitung, dengan pengawalan 4 orang dari perusahan itu. Informasi yang dihimpun Fajar Malut, Kedatangan 48 TKA asal Tiongkok tiba pada Sabtu 11 April 2020 malam hari, pada saat itu area jetty HPl dikosongkan, semua pada saat kapal  sandar, lampu dimatikan oleh pihak perusahan, sehingga tidak terlihat oleh karyawan lainnya saat 48 TKA tiba.

Setelah mengetahui kedatagan TKA asal Tiongkok ini, menimbulkan aksi protes yang dilakukan oleh karyawan PT. HPL karena dinilai bertolak belakang dengan instruksi Pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) terkait dengan pembatasan orang masuk, baik tenaga kerja lokal ataupun tenaga kerja asing di perusahan, sehingga melakukan aksi protes kebijakan perusahan yang dinilai melanggar kebijakan pemerintah.

Sementara itu PT. HPAL melalui rilis yang dikirim ke wartawan Fajar Malut dari  Anie Rahmi selaku Corporate Communication Manager Senin (13/4) menyebutkan, aksi unjuk rasa dilakukan oleh sejumlah karyawan kontraktor dari PT. HPAL sekitar pukul 07.50 Wit. Kata Anie dalam rilis menyebutkan, para karyawan menuntut diberikan kelonggaran keluar masuk desa Kawasi, karena sejak pertengahan Maret, Site Kawasi di Pulau Obi telah dilakukan Lockdown, sehingga semua karyawan maupun karyawan kontraktor harus menempati camp yang telah disediakanoleh perusahan.

“Hal ini diberlakukan oleh perusahaan sebagai implementasi protokol pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) Lockdown Site Kawasi juga dilakukan demi, kebaikan seluruh pekerja dan keluarganya semua kebutuhan pekerja selama lockdown dijamin oleh perusahaan,” katanya. Hingga berita ini dikirim ke redaksi,  perwakilan perusahaan sedang melakukan dialog dengan perwakilan karyawan kontraktor untuk mencari solusi terbaik, namun dengan ketentuan yang ketat untuk karyawan bisa keluar masuk Site Kawasi.

“Dialog dilakukan sebagai bagian dari musyawarah mufakat dan berlangsung dengan kondusif, dengan  mediasi oleh Pemerintah Halmahera Selatan juga TNI/Polri yang tergabung dalam Satgas Percepatan Penanganan Tanggap Darurat Bencana non alam Covid-19 Kabupaten Halsel,” tuturnya. (nan)

Berita Terkait

Berikan Komentar pada "Tuntut Keadilan, Karyawan Kontraktor PT. HPAL Protes"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*