BOBONG – Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Taliabu, Salim Ganiru rupanya tidak terima dengan sebutan gagal fokus oleh Anggota DPRD setempat mengenai anggaran penanganan covid-19. Buktinya, mendengar sebutan, plus dianggap tidak tuntas membaca dan menjabarkan regulasi oleh politis Partai Gerinda itu, Salim langsung naik pitam.
“Saya menyesalkan pernyataan gagal fokus dari jubir Fraksi Pembaharuan itu. Apa yang saya katakan itu sudah jelas sesuai PERPU Nomor 1 tahun 2020 tentang stabilitas keuangan negara dan penanganan covid-19, Permendagri Nomor 20 tahun 2020 pasal 4, kemudian instruksi Mendagri Nomor 1 tahun 2020,” tegas Salim ketika dikonfirmasi awak media, Rabu (15/4) kemarin.
Jubir FP menyebut, sekda selaku Ketua Tim Anggaran melakukan pergeseran anggaran penanganan covid-19 yang diproyeksikan sebesar Rp. 35 miliar secara sepihak, karena tidak melalui pembahasan atau persetujuan DPRD.
Menurutnya, cara apa yang disampaikan politisi Gerindra itu adalah sebuah kegagalan berfikir karena tidak berdasar. Sebab kata Salim, ia pernah telekonferensi bersama Kemendagri, dan konsultasi ke BPKP terkait pergeseran anggaran tersebut sehingga yang dilakukan diyakini sudah sesuai himbauan dan aturan yang berlaku.
“Kemarin tanggl 8 April 2020 kita video konference dengan kemendagri tentang refocusing dan realokasi anggaran, kemudian ada juga Permenkeu Nomor 6 tahun 2020. Semua ini sebelum kita bikin sudah kita konsultasi dengan BPKP tentang pergeseran anggaran ini, jadi kalau saya dikatakan gagal fokus dimana gagal fokusnya,” tanya salim dengan nada emosi.
Salim lantas menilai jubir FP justru tidak paham aturan terkait pergeseran anggaran covid-19. “Saya mau bilang kalau tidak tahu, tidak mengerti jangan komentar, daripada mengerti cuman setengah-setengah,” cetusnya. Mengenai pergeseran anggaran penananganan covid 19 dan penanggulangan dampak sosialnya tidak perlu keterlibatan DPRD,? Menurut Salim sifatnya hanya pemberitahuan setelah anggaran itu telah dibahas oleh TPAD.
“Di poin 6 pada Permendagri itu, dijelaskan setelah TPAD selesai membahas anggaran, DPRD diberitahukan saja tidak perlu persetujuan. Dia harus banyak belajar, saya kasihan sekali dengan Jubir ini. Lebih baik dia tanya dulu jangan seperti tong kosong nyaring bunyinya,” sindir Salim
Sekda memastikan, finalisasi persiapan anggaran covid telah dibahas oleh TPAD tidak ada perubahan lagi. “Kayanya sudah fokus angka itu, karena batasnya tinggal pukul 12.00 WIT tadi malam sudah harus dilaporkan ke Kemendagri,” jelasnya. Anggaran Rp 35 miliar sebut Salim, diperioritaskan untuk tiga aspek melalui instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan, Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan sosialisasi BPBD. (bro)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)


Berikan Komentar pada "Disebut Gagal Fokus, Sekda Taliabu Emosi"