DARUBA – Sejumlah tenaga medis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pulau Morotai, diduga terpapar Covid-19.
Data yang dihimpun awak media, Kamis (24/9/2020), terdapat tujuh petugas RSUD Morotai diduga positif Covid-19, berdasarkan hasil swab dari tim Satgas Covid-19 Kabupaten Morotai.
Ketujuh petugas kesehatan tersebut, telah dikarantina di Hotel Jababeka oleh tim Satgas Covid-19 Morotai. Juru bicara Tim Gustu Covid-19 Kabupaten Pulau Morotai, dr Novindra Humbas saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon membenarkan, bahwa terdapat petugas kesehatan RUSD Morotai yang terpapar Covid-19.
“Benar ada petugas yang terpapar, tapi saya tidak tau pasti berapa jumlahnya, karena terpapar langsung di pisahkan dan karantina di Jabebaka,” ungkap Novindra Humbas. Adanya kasus ini, mulai memperkuat data bahwa Kabupaten Morotai diduga sudah terjadi trasmisi lokal penyebaran Covid-19.
“Ya bisa dikatakan transmisi lokal karena dorang (petugas medis, red) kan sementara bertugas melayani pasien dan tidak keluar daerah,” kata Novindra Humbas. Untuk menghindari penularan Covid-19, petugas kesehatan yang terpapar virus Covid-19 telah di evakuasi di Jababeka untuk di karantina.
“Jadi yang terpapar di evakuasi di Jababeka, karena ini bagian dari memutus mata rantai penularan. Memang begitu yang positif langsung disendirikan biar virus yang ada ditubuh mereka mati dengan sendirinya,” timpal Novindra.
Terkait kasus ini, belum ada keputusan Gustu atau Pemda Morotai, untuk menutup sementara RSUD Morotai.
Aktifitas pelayanan di RSUD Morotai tetap dibuka seperti biasa. “Kalau ditutup kasian masyarakat lain yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang non Covid, misalnya penyakit maag, jantung dan penyakit lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, RSUD Morotai bisa ditutup kecuali keadaan di RSUD sudah benar-benar darutat Covid-19. “Karena hanya sebagian petugas yang terpapar, maka pelayanan tetap jalan dengan menerapkan protokoler kesehatan, seperti di ruang perawatan internal, ruang perawatan bedah, ruang anak. Yang pasti manajemen rumah sakit akan langsung merubah jadwal untuk mengisi kekurangan tenaga,” jelasnya.
Ditempat terpisah, Dirut RSUD Morotai dr Julius Jiscard Croons saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan, RSUD tidak ditutup. Hanya saja, sementara waktu dilakukan pembatasan kunjungan pasien dengan menerapkan protokoler kesehatan. “Tidak ditutup hanya dilakukan pembatasan kunjungan pasien yang akan berobat ke RSUD di kondisi pandemi Covid-19,” singkat Julius Jiscard Croons. (fay)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

