“Disisi yang lain terkesan mubajir, karena pihak rekanan akan perbaiki sudah pasti keluarkan biaya lagi,” kesalnya. Rasmin pun menegaskan kepada Kadis Pendidikan dan semua pimpianan SKPD yang akan melakukan tender tahun anggaran 2021 agar di perketat pengawasan kepada pihak rekanannya. “Jika ada yang bermain dengan RAB-nya agar segara di evaluasi, bila perlu di blacklist saja. Bagi saya ini kejahatan, bayangkan untung tidak ada orang saat plafon jatuh. Kalau ada orang disitu sangat membahayakan nyawa mereka,” timpalnya.
Politikus PKS Pulau Morotai ini juga menegaskan Komisi III akan segera panggil dinas terkait, untuk turun ke semua sekolah unggulan untuk melihat secara langsung kualitas bangunan. Karena dari informasi yang diterima Komisi III, ada beberapa sekolah Unggulan di Pulau Morotai memiliki masalah yang sama dengan kasus yang terjadi di Sekolah SMP Negeri Unggulan 1 Daruba.
“Untuk mengkroscek karena fakta di lapangan hampir semua Sekolah Unggulan belum dipergunakan sudah rusak, temboknya retak dan plafonnya sudah jatuh, dan kepada Kadis Pendidikan agar segera memanggil pihak rekan untuk dievaluasi,” pungkasnya. (fay)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
