DARUBA – Sangat disayangkan, plafon kantin milik Sekolah SMP Negeri Unggulan 1 Daruba Pulau Morotai yang baru saja dibangun, bahkan belum sempat diresmikan tiba-tiba ambruk ke lantai.
Untungnya, kejadian naas tersebut terjadi pada pagi hari sebelum ada aktifitas siswa di sekolah. Ambruknya Plafon berbahan gipsun tersebut penyebabnya diduga karena terendap air yang masuk melalui atap gedung yang bocor.
Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri Unggulan 1 Daruba, Anisa Arifin, ketika konfirmasi wartawan mengungkapkan, kemarin waktu pulang sekolah, plafon kantin belum ambruk.
“Kami kemarin pulang sekolah, dan tutup pintu sekolah itu sekitar Jam 12, itu plafonya belum jatuh, dan nanti tadi pagi baru jatuh,” jelasnya membenarkan.
Hanya saja dirinya belum mau berkomentar banyak soal ambruknya plafon tersebut. “Saya tidak bisa berikan keterangan, kata pak Kepsek jangan dulu di ekspose, dan tunggu Kepsek dulu karena hari ini beliau sudah datang dari ternate,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pulau Morotai, F Revi Dara, ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya sudah menghubungi pihak rekanan dan mereka siap memperbaiki.
Kata dia pembangunan plafon itu merupakan proyek Dinas PU, dan ini bukan karena kontruksi, tapi ada air yang masuk sehingga jatuh karena plafon terbuat dari gipsun.
“Mudah-mudahan minggu depan sudah diperbaiki, proyek ini masih dalam proses pemeliharaan, maka masih menjadi tanggungjawab pihak ketiga. Jadi, kalau ada yang rusak, kami koordinasi dengan mereka dan mereka siap memperbaiki,’ jelasnya.
Begitu juga sokolah unggulan lainnya. seperti di Wayabula dan Sangowo juga saya sudah koordinasi dengan mereka. “Jadi intinya mereka siap melakukan perbaikan semua bangunan sekolah yang mengalami kerusakan. Dari sisi kontruksi bangunan sangat kuat, tapi dengan adanya tipe minimalis ini, sehingga plafon juga terbuat dari gipsun, dan begitu ada percikan air dan kena plafon, kemudian dia mengembang dan jatuh.
“Ini bukan atapnya yang bocor, tapi karena ada celah sehingga pericikan air masuk lewat situ, dan gipsun bengka. Jadi, ini bukan atap yang bocor,” jelasnya.
Sementara, Ketua Komosi lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Morotai, M Rasmin Fabanyo, yang mendengar kabar tersebut langsung memberikan komentar.
Ia mengecam pihak kontraktor karena dinilai asal-asalan membangun. “Saya atas nama ketua Komisi III dengan tegas meminta para kontraktor jangan asal kerja, tapi tolong perhatikan kualitas dari pekerjaannya, karena anggaran yang dialoksikan itu untuk sebuah paket pekerjaan, itu sudah di hitung volumenya dan tingkat resikonya,” tegas Rasmin.
Lanjut dia, jika pada akhirnya hanya mau dapat untung yang besar, maka sangat berefek pada kualitas pekerjaan, yang dirugikan adalah sekolah dan masyarakat.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

