TERNATE – Sejumlah bahan pokok (bapok) di pasar mengalami kelangkaan, bahkan beberapa mengalami kenaikan harga seperti telur, mentega blue band dan beberapa jenis bapok lainya. Hingga kini kondisi kelangkaan di pasar bahkan belum juga terkendali.
Meski belum diketahui pasti penyebabnya. Namun, Ketua Tim pengendali inflasi daerah (TPID) Kota Ternate Jusuf Sunya, mengaku, kenaikan harga bahan pokok terjadi karena ada permainan di level bawah.
Meski begitu, dalam rapat TPID bersama forkopimda, para distributor, dan asosiasi pedagang terkait dengan kebutuhan bahan pokok di Kota Ternate kemarin, jumlah kebutuhan pangan di Kota Ternate yang dilaporkan mencukupi hingga idul fitri 1442 hijriah.
Tapi Jusuf menduga, untuk sejumlah kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga seperti telur, blueband dan lainnya, ini merupakan permainan di level bawah. “Kenaikan bahan pokok itu, ada permainan di level bawah, jadi saya sudah meminta kepada Walikota agar adakan operasi pasar, agar dapat menekan laju permainan di level bawah tersebut,” tegasnya.
Apabila dalam operasi pasar bersama Satgas Pangan ditemukan ada permainan harga kebutuhan bahan pokok di level bawah, maka akan ditindaklanjuti. “Jika ada kedapatan ya ditindak lanjuti, dan kita bakal fokus juga soal mentega jenis blueband yang saat ini langkah,” ujarnya.
Sementara itu, pada rapat TPID, wakil walikota Trenate Jasri Usman meminta, keterjangkauan harga dan pemenuhan kebutuhan masyarakat harus menjadi perhatian serius, sehingga warga Kota Ternate tidak mengalami kesulitan terutama di saat memasuki idul fitri.
“Ketersediaan kebutuhan masyarakat harus terpenuhi dengan harga yang terjangkau,” tegasnya. Dikatakannya, memenuhi kebutuhan pokok masyarakat itu menjadi penting dilakukan oleh pemerintah, sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. “Masyarakat harus mendapat pelayanan yang maksimal dari pemerintah,” tegasnya (nas)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

