JAILOLO – Pergelaran puncak Festival Teluk Jailolo (FTJ) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) ke XII dengan tema “The Harmony Of Spice Island” yang masuk dalam Karisma Event Nusantara Festival Teluk Jailolo (KEN-FTJ) Sasadu On The Sea (SOS) berlangsung meriah.
Bupati Halmahera Barat (Halbar) James Uang dalam sambutan penutupan FTJ mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Halbar yang turut serta dalam membantu mensukseskan FTJ sehingga di setiap pelaksanaan kegiatan berjalan sebagaimana yang diharapkan.
“Selaku pimpinan di daerah, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Halbar yang telah mendukung dan memberikan support terhadap gelaran FTJ sehingga kegiatan ini berlangsung meriah. Selain itu saya juga menyampaikan permohonan maaf karena acara ini tidak tertata dengan baik akibat karena cuaca yang buruk,” katanya.
Orang nomor satu di Pemkab itu juga mengaku sangat berterima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang sudah hadir dan memberikan partisipasi dan mendukung kegiatan FTJ.
“Atas nama masyarakat Halbar menitipkan kepada pak Josua agar dapat membawa kegiatan ini kepada Kementerian sehingga dapat diberikan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk mengembangkan pariwisata yang ada di Halbar dan sekitarnya untuk tahun yang akan datang,” harapnya.
James juga berharap, kepada seluruh masyarakat Halbar agar terus memberikan dukungan dan partisipasinya sehingga acara di tahun yang akan datang dapat dikemas dan semakin menunjang kualitas dengan baik. “Semoga acara ini ke depan dapat dikemas sehingga semakin menunjang dan menampilkan hasil yang lebih berkualitas dalam rangka bagaimana membuka secara luas tentang Halbar khusus acara FTJ,” tandas James.
Sementara Staf Ahli Bidang Inovasi dan kreativitas Kemenparekraf RI Joshua Puji Mulia Simanjuntak mengaku sangat bangga dan mengapresiasi para penari yang terlihat begitu luar biasa dan hebat dalam menampilkan tariannya. “Kami memang mendukung Jailolo, kami mengambil FTJ sebagai momen untuk me launching gerakan Indonesia negeri seribu festival,” akunya.
Menurut Josua, dirinya sudah melihat walaupun ditampilkan dalam kondisi yang terbilang ekstrim dengan hujan lebat, namun para penari mampu menunjukkan yang terbaik bahkan dengan menggunakan masker.
“Sangat luar biasa, walaupun dalam kondisi yang cukup ekstrim diguyur hujan lebat, namun para penari begitu bersemangat bahkan dengan menggunakan masker atau mematuhi protokol kesehatan, semangat yang luar biasa dan saya merasa sangat menghibur kita semua,” ucapnya.
Dikatakan Josua, FTJ yang digelar tahun ini cukup luar biasa yang akan menjadi benchmark bagi festival-festival yang akan dijalankan, bahkan dilahirkan di Indonesia negeri seribu festival sehingga kedepan festival baru di Halbar dan juga di Malut pada umumnya.
“Tentunya festival ini tidak hanya merupakan selebrasi tetapi merupakan kantong ekonomi bagi warga masyarakat Halbar dan setelah ini saya akan mengundang teman-teman genpi nasional dan juga genpi Halbar untuk launcing gerakan Indonesia negeri seribu festival,” pungkasnya. Sekedar diketahui, selain menggelar puncak seremoni FTJ. FTJ juga dikatakan mampu meluncurkan gerakan Indonesia negeri seribu festival sehingga sekaligus dilaunching gerakan Indonesia seribu festival yang menjadi ikon dunia. (ais/pn)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

