Korban Kebakaran PT. IWIP Dirujuk Ke Jakarta Meninggal Dunia

Jenazah korban kebakaran PT. IWIP di RS Pusat Pertamina

WEDA – Salah satu korban kebakaran Smelter A milik PT. Indonesia WEDA Bay Industrial Park (IWIP), Arif Yunus (35) yang dirujuk di Rumah Sakit  Pertamina oleh pihak perusahan dikabarkan menghembuskan nafas terakhir di sekitar pukul 23.00 WIB atau waktu Jakarta.

Kabar meninggalnya korban kebakaran ini diketahui melalui akun facebook Ibrahim Baim salah satu mahasiswa asal Maluku Utara di Jakarta.

Ciutan itu menggambarkan korban Arif Yunus yang meninggal dunia tertahan selama 6 jam di RS Pusat Pertamina, Jakarta Selatan tanpa ada tindakan cepat dari pihak perusahan. “PT. IWIP ngoni dimana, jenazah korban kebakaran kemarin yang ada di rumah sakit pusat Pertamina sudah tertahan 6 jam di rumah sakit,” ucap salah satu kerabat korban yang juga mahasiswa asal Maluku Utara di Jakarta.

“Ngoni (PT. IWIP) sudah tidak ingin pulangkan jenazah ke Maluku Utara sudah. Ngoni punya koordinasi ini pusat arahkan ke daerah, daerah arahkan ke pusat, mana yang benar,” tulis Ibrahim lewat akunnya.

Mahasiswa asal Maluku Utara ini kembali geram dengan menyampaikan “Ngoni (PT. IWIP) jenazah ini hancur sebelum dimakamkan”  Dia menyesali sikap cuek dan lambat yang ditunjukkan pihak perusahan. “B****b memang, kondisi emergency baru perusahan tidak ada yang sigap untuk cepat berikan kepastian pemulangan,” geramnya.

Sebagaimana diketahui korban yang meninggal tersebut bernama Arif Yunus (35) asal Desa Tadupi, Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan. Arif Yunus adalah satu dari 3 korban yang dirujuk ke Jakarta akibat luka parah yang diderita saat tunggu Smelter A tempat korban bekerja mengalami kebakaran.  Sementara itu Agnes Ide Megawati Deputy Manager Media and Communications saat dikonfirmasi menggunakan telepon seluler minggu (20/06/21) mengatakan, dokter secara resmi baru menginformasikan bahwa korban telah meninggal. “Meninggal jam 1 pagi, saat ini kami sedang koordinasikan untuk mengirim jenazah ke Ternate,” kata Agnes melalui telepon seluler. (udy)

Komentar

error: Content is protected !!