Positif Covid-19 Bertambah 100 Kasus

Jubir dr. Alwia Assagaf

TERNATE – Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Utara (Halut) menjadi wilayah dengan mayoritas kasus Covid-19 terbanyak di Maluku Utara (Malut).

Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi Malut, dr. Rosita Alkatiri dalam laporan harian Covid-19 di Malut mencatatkan, per 30 Juni 2021, Kota Ternate memiliki jumlah kasus Covid-19 sebanyak 1.589 kasus, atau terjadi penambahan sebanyak 45 kasus. Sementara Kabupaten Halut sebanyak 1.282 kasus atau terjadi penambahan sebanyak 16 kasus baru. 

Dalam laporan harian juga menyebutkan secara akumulasi terjadi penambahan angka sebanyak 100 kasus. Penambahan angka pasien Covid-19 terdapat di Halmahera Barat sebanyak 3 kasus, Halmahera Tengah sebanyak 1 kasus, Kepulauan Sula sebanyak 6 kasus, Halmahera Selatan 4 kasus. Halmahera Utara 16 kasus, Halmahera Timur 3 kasus, Pulau Morotai 8 kasus, Pulau Taliabu 2 kasus, Kota Ternate 45 kasus dan Kota Tidore Kepulauan 12 kasus. “ Jumlah kasus konfirmasi positif pada 30 Juni 2021 sebanyak 100 kasus,” tulis dr. Rosita dalam Laporan harian.

Ditanya mengenai apakah virus corona varian B.1617.2 Delta sudah terdeteksi di wilayah Malut? dr. Rosita mengatakan belum bisa merespon, karena sedang beristirahat. “ Mohon maaf saya masih istirahat jadi belum bisa respon,” ucap dr. Rosita melalui saluran whatsup.

Sementara Ketua IDI Malut, dr. Alwia Assagaf menjelaskan, saat ini pemeriksaan varian belum bisa dilakukan karena keterbatasan alat.“ Pemeriksaan varian belum ada di sini, harus dikirim,” singkatnya.

Terpisah, Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran covid-19, maka Satgas covid19 bersama TNI/Polri tetap intens melakukan penegakkan disiplin, bahkan hajatan pernikahan juga dihimbau agar membatasi undangan yang datang. “ Satgas terus jalan bersama dengan TNI/Polri untuk melakukan penegakkan disiplin, bahkan penegakkan sanksi,” kata Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Rabu (30/06/2021).

Tauhid menyebutkan, ada sejumlah instansi pelayanan yang pegawainya terpapar covid19 diliburkan, namun fungsi pelayanan berikan pada yang terdekat. “ Misalkan puskesmas Gambesi itu, sebagian pelayanan masyarakat dialihkan ke Kalumata dan Jambula,” sebutnya.

Sementara jika ada perkantoran yang pegawai terpapar  covid langsung ditutup. “Kalau covid kita tutup dan memberikan waktu untuk mereka isolasi, karena justru klaster perkantoran yang lebih banyak muncul,” katanya. Dia menegaskan, penegakkan protokol kesehatan pada pusat perbelanjaan dan restoran juga diperketat untuk mengantisipasi kerumunan. “ PPKM Mikro tetap jalan dan itu berlaku seluruh Indonesia, karena kasusnya naik,” ucapnya.

Wali Kota juga menghimbau agar kegiatan sosial kemasyarakatan seperti perkawinan dapat membatasi jumlah orang. “Nanti Satgas melakukan pemantauan langsung di lapangan,” sebut dia.(cim/nas)

Berita Terkait