Kasus Pemerkosaan di Halteng Kembali Terjadi

Ilustrasi

WEDA – Belum hilang dari ingatan publik Halmahera Tengah (Halteng) terkait kasus pemerkosaan yang terjadi beberapa waktu lalu, kini kasus serupa kembali terjadi, yang dialami anak dibawah umur di wilayah Kota Weda.

Kejadian ini terjadi pada Jumat (3/12/2021) malam sekitar pukul 19.30 WIT,   dan dialami seorang anak perempuan berusia 15 tahun yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama pada salah satu sekolah di Kota Weda. Dengan pelaku berinisial RP (23), yang merupakan karyawan di salah satu perusahan tambang raksasa di Halteng.

Menurut keterangan korban saat memberikan laporan di Polres Halteng menyebutkan, pelaku RP saat itu bersama kerabat dari korban berinisial  WL masuk di rumah korban untuk mengambil pakaian. Setelah mengambil pakaian, WL keluar dari rumah dan meninggalkan rekannya RP (pelaku) di dalam rumah. “Saat saudara saya (WL) datang dengan temannya (pelaku), saya  saat itu mau persiapan mandi,” ucap korban.

“Sebelum mandi, saya ke kamar untuk mengambil pakaian ganti,” lanjutnya. Korban mengatakan, ketika dia memilih baju ganti di keranjang,  tiba-tiba pelaku RP masuk ke dalam kamar. “Pada saat memilih baju posisi badan saya membelakangi pintu kamar,” tambah korban menceritakan awal mula kejadian itu.

Korban juga mengaku, saat di kamar pelaku langsung mendorongnya ke kasur dan menutup pintu kamar. Seketika itu, pelaku langsung menindih badan serta mencekik leher korban. Melihat korban tak berdaya, pelaku langsung menjalankan aksi bejatnya itu.

Berselang beberapa menit saudara korban WL kembali ke dalam rumah dan memanggil nama pelaku. Setelah mendengar suara panggilan itu, pelaku melarikan diri melewati jendela kamar. “Setelah itu saya keluar dari dalam kamar dan menemui saudara WL dan saya sempat menangis lalu WL  bertanya bikin apa kong manangis (kenapa kamu menangis), namun saya tidak menjawab pertanyaan dari WL,” ujarnya.

Kemudian WL pergi keluar dari rumah. Mengetahui situasi rumah korban dalam keadaan sepi, pelaku balik lagi melalui pintu belakang rumah dan nekat menjalankan aksinya kembali, namun korban berhasil kabur keluar rumah. “Saat pelaku ingin melancarkan aksinya yang kedua kali dengan cara menutup pintu depan, pada saat itu juga saya langsung keluar melalui pintu belakang menuju rumah tetangga untuk bersembunyi,” akunya.

Karena takut, korban memilih mandi di rumah tetangganya. Setelah korban, melihat situasi rumah sudah aman dia pun kembali untuk ganti baju dan menelpon kakaknya yang sedang ibadah di gereja. “Saat itu saya menceritakan kejadian apa yang dialami, kemudian kami menuju Polres Halteng untuk membuat laporan polisi,” tutupnya. (udy)

Komentar

error: Content is protected !!