Dikatakan, ia sangat terkesan dengan potensi lebah madu Apiscerana yang begitu banyak di Subaim Wasile. Bahkan ia menyebutkan itu adalah peluang yang sangat baik untuk berdayakan ekonomi Masyarakat.
“Saya juga terkesan dengan semangat para peternak lebah yang bersungguh sungguh berlatih dalam membuat kotak-kotak lebah bahkan harapan mereka untuk kedepan belajar lebih banyak,” ujarnya. Pelatihan ini mendapat apresiasi dari peserta. Salah satunya Muhajir yang mengaku pendampingan yang digelar Antam dan hobata fram bisa membuka wawasan mereka dalam meningkatkan hasil produksi dan ketrampilan peternak dalam mengembangkan budidaya madu lokal.

Sementara Tiyas, (Peserta) mengaku banyak sekali materi tentang pemasaran digital yang dilakukan melalui Whatsapp bisnis, Instagram dan lainnya. Sebelumnya ia mengaku tidak tahu sama sekali mengenai hal-hal tersebut dan akhirnya tahu berkat pelatihan itu.
“Saya mewakili Pemerintah Desa Tobino dan sekaligus peserta pendampingan mengucapkan terima kasih pada ANTAM atas kepedulianya pada pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah Wasile.
Dikatakan, Setiap pelatihan atau worshop yang ia ikuti akan ada pengetahuan baru yang bisa diterapkan untuk kelompoknya bahkan mengaku Kegiatan ini memberikan informasi akurat untuk menjawab solusi dan tantangan teknis yang merekaalami,”
Ia juga berharap Kedepan, kolaborasi antara Corporate Sosial Responsibility (CSR) Antam UBPN Maluku Utara dengan Pemerintah Desa maupun dinas terkait pemerintah dapat menjadi penggerak dalam meningkatkan produk turunan perlebahan. (hmi)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
