Begini Penjelasan BPJN Malut Soal Kerusakan Jalan Morsel-Morselbar

“Bahkan di Sofifi juga ada truk-truk besar, jadi soal jalan itu didesain sesuai standar,” terangnya. 

Kata Andik, soal truk besar milik PT. Labrosco yang biasa beraktifitas mengangkut material untuk proyek, kapasitasnya hanya sekitar 12-13 ton. 

Walau begitu, pemuatan materialnya dibagi dua dan atau tidak disesuaikan dengan kapasitas mobil. 

“Mereka muat material itu setengah saja, tidak 100 persen sesuai kapasitas mobil, jadi kerusakan jalan bukan karena aktivitas truk besar, tetapi kondisi tanah dasar yang yang berjenis lumpur yang mengakibatkan banyak jalan rusak,” jelasnya lagi. 

Baginya, sekalipun lalu lintas harian rata-rata (LHR) kecil. Namun kondisi tanah yang berjenis endapan, maka kerusakan jalan juga banyak, kondisi tersebut terjadi sejak awal pembangunan jalan. 

Sehingga saat ini, lanjut dia, pihaknya berupaya memperbaiki jalan rusak itu, dengan cara mengalih dan membuang tanah-tanah endapan tersebut, kemudian dipadatkan. Sehingga saat pengaspalan tidak lagi terjadi kerusakan seperti sekarang ini.

Berita Terkait