MABA – Aliansi Masyarakat Peduli Gunung Wato-Wato Gunung Buli melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Rabu, (1/11/2023).
Koordinator Lapangan Ilham Abdul Rajak mengatakan masyarakat Kecamatan Maba telah menolak rencana penambangan PT. Priven Lestari.
Penolakan itu disuarakan juga di dalam pertemuan-pertemuan resmi seperti Konsultasi Publik Analisis Dampak Lingkungan maupun rapat-rapat dengan DPRD dan Pemerintah Halmahera Timur.
“Sampai saat ini tepatnya pada akhir Mei 2023 PT. Priven telah membuka akses jalan untuk pertambangan dan persiapan jetty Perusahaan, PT. Priven telah memiliki izin-izin prinsip untuk keberlangsungan kegiatan operasi-produksi,” katanya.
Ilham mengatakan, salah satu yang terpenting adalah rekomendasi arahan penyesuaian areal IUP PT. Priven Lestari terhadap RTRW Kabupaten Halmahera Timur 2010-2029 yang diterbitkan pada tahun 2018 oleh Kepala BP4D.
Di dalam peraturan daerah Kabupaten Halmahera Timur Nomor 6 Tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten Halmahera Timur Tahun 2010-2029. Dalam penjelasan struktur ruang pasal 14 point (9) huruf (c), pada areal konsesi PT. Priven Lestari terdapat sumber mata air yang ditetapkan sebagai pengembangan sumber daya air bersih untuk perkotaan Buli.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

