“Perlu saya klasifikasikan bahwa pada 2019, jumlah harta kekayaan sesuai pengumuman KPK dengan tanggal penyampaian laporan 8 Januari 2020 untuk periode 2019, total harta kekayaan Rp. 2.240.980.785, termasuk didalamnya harta tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, harta bergerak lainnya, Kas dan Setara Kas yang senilai Rp. 463.600.785,” kata Muhammad Sinen.
Kemudian, pada tahun 2020, jumlah harta kekayaan dirinya sesuai lembar pengumuman Komisi Pemberantasan Korupsi dengan tanggal penyampaian laporan 1 Maret 2021 untuk Periodik 2020, total harta kekayaan Rp. 1.538.811.839, termasuk didalamnya harta tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, harta bergerak lainnya, Kas dan Setara Kas yang senilai Rp. 84.431.839, dan utang Rp. 323.000.000. Sehingga total harta mengalami penurunan.
Selanjutnya pada tahun 2021, jumlah harta kekayaan Muhammad Sinen sesuai Lembar Pengumuman Komisi Pemberantasan Korupsi dengan tanggal penyampaian laporan 4 Februari 2022 untuk Periodik 2021, total harta kekayaan Rp. 1.767.564.536, termasuk didalamnya harta tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, harta bergerak lainnya, Kas dan Setara Kas yang senilai Rp. 211.184.536,- dan utang Rp. 221.000.000.
“Setiap laporan harta kekayaan itu pasti diverifikasi oleh KPK sebelum menerbitkan surat pengumuman LHKPN,” jelas Muhammad Sinen.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
