Sekda Minta Oknum Disperindag Ternate Stop “Nakal”

Rizal Marsaoly
Rizal Marsaoly

TERNATE – Konflik yang terjadi antara petugas dengan pedagang di pasar dalam kelurahan Gamalama, saat penertiban pedagang berlangsung pada Selasa (27/2/2024) kemarin, disebut akibat dari ada oknum petugas di Disperindag yang nakal. Untuk itu mereka ini diminta untuk menghentikan tindakan yang tidak terpuji ini, hal ini disampaikan Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly.

Rizal mengatakan, pihaknya sebelum itu sudah pernah menyampaikan ke Disperindag, bahwa ruang konflik hanya terjadi di pasar pada jarak 150 meter dari kantor. Namun anehnya masalah itu tak kunjung selesai, mulai dari masalah sosial, ruang dan ekonomi.

“Saya heran ada satu zona yang tidak pernah selesai penanganannya, padahal penanganannya simpel, karena ada median taman, penjual buah dan higienis. Zona ini tidak pernah selesai masalahnya mestinya harus ada langkah rekayasa kawasan dimana pasar buah itu balik ke dalam Terminal sehingga ketika orang bertransaksi dengan membeli buah dia tinggal masuk dan bayar retribusi,” katanya.

Sementara median taman dan lahan parkir sendiri lanjut dia, jangan dialih fungsikan untuk berjualan, jika itu dilakukan maka kawasan tersebut akan tertib.

“Cara penertiban yang dilakukan petugas dilapangan itu jangan menggunakan cara yang anarkis, harus dengan persuasif, jangan kemudian bentrok dengan pedagang. Ingat mereka itu warga kita juga, padahal ini sudah berulangkali di ingatkan,” ungkapnya.

Bahkan kata dia, pihaknya sebelum itu sudah menyampaikan ke Kepala Dinas Perindag Kota Ternate untuk dapat menempatkan petugas dilapangan dengan menggunakan sistem shift, dimana jika ada pedagang yang datang berjualan dilokasi itu pada pukul 03.00 dini hari, maka pada pukul 02.00 WIT petugas sudah harus standby di lokasi pasar.

“Sehingga sebelum dagangannya ditaruh petugas sudah standby dilokasi untuk mengarahkan, jika itu dilakukan maka masalah di pasar itu akan lebih aman. Dari pada nanti setelah pedagang taruh dagang mereka kemudian datang petugas tending jualan itu tidak boleh, apalagi ruang untuk mereka juga sudah tersedia didalam,” pintanya.

Dia menegaskan, penataan pedagangan ini bisa berjalan aman kalau tidak ada oknum petugas Disperindag yang bermain saat penataan pedagang berlangsung, karena kalau masih oknum yang main maka akan kesulitan melakukan penertiban dan penataan di kawasan di pasar.

“Saya berharap oknum dalam pasar itu stop, jangan lagi buka ruang untuk main kucing-kucingan dalam pasar, ini tegas diingatkan pak Wali. Karena lagi-lagi ruang konflik ini tidak pernah selesai karena ada oknum main di dalam, nanti waktu penertiban kemudian datang main tendang begitu saja,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate Nursidah mengatakan, penertiban ini dilakukan dalam rangka menjelang bulan suci ramadan, langkah ini dilakukan setelah pihaknya mendapat keluhan dari warga yang berkeinginan lokasi tersebut dijadikan tempat parkir.

“Jadi sebelumnya juga kami sudah pernah melakukan penertiban dilokasi tersebut, tapi mungkin petugas yang kurang memantau sehingga ada pedagang yang mulai keluar berjualan lagi,” katanya, pada Selasa (27/2/2024) kemarin.

Sehingga pihaknya kata dia, melakukan penertiban kembali pada kawasan yang dilarang untuk berdagang.

“Mereka ini sebenarnya sudah ada tempat dalam pasar hanya saja beralasan jualan mereka didalam kurang laris, tapi menurut saya sebaiknya mereka ini berjualan didalam karena pembeli akan tetap mencari kebutuhan, mungkin saja mereka sendiri yang terbiasa disitu sehingga ketika ditertibkan mereka tidak mau,” tandasnya.

Menurut dia, penertiban ini dilakukan kepada semua pedagang yang berjualan dikawasan yang dilarang, hal yang sama kata dia berlaku bagi pedagang yang berjualan disepanjang jalan antara pasar percontohan dan pasar barito.

“Jadi langkah ini juga untuk tidak ada complain selama ramadhan bahwa ada pedagang yang menggunakan bahu jalan, kalau berkaitan dengan retribusi kita harus patuh sesuai dengan Perda namun kami masih dalam tahap sosialisasi,” tegasnya.*
Editor : Hasim Ilyas

Berita Terkait