Wanita yang juga merupakan Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan menambahkan, sektor ekonomi kreatif merupakan sektor yang potensial dan strategis untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan Daerah, sehingga perlu dilakukan pengembangan dan pemanfaatan sumber daya dan potensi daerah untuk memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi daerah dan masyarakat.
“Setelah 3 tahun aktif di Kota Tidore Kepulauan, Gekrafs Tidore fokus untuk membangun jejaring antar komunitas kreatif dan juga para pelaku ekonomi kreatif, dan bersama upaya untuk menghimpun data terkait jumlah pelaku ekonomi kreatif dari 17 sub sektor,” ujarnya.
Lebih lanjut, politisi PDIP Kota Tidore itu mengaku, di tahun 2024, Gekrafs Tidore bersama Pemerintah Kota Tidore telah membangun sinergitas bersama untuk melakukan beberapa rencana aksi yang akan direalisasikan dalam bentuk event di tahun 2025.
Kegiatan ini, diharapkan memiliki dampak sosial dan multiplier effect terhadap perputaran ekonomi yang tinggi.
Khusus di Kota Tidore Kepulauan, ada beberapa subsektor Ekonomi Kreatif yang menjadi lokomotif atau andalannya DPC Gekrafs Tidore.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
