Penyebaran kasus ini sebagian besar ditemukan pada kelompok berisiko seperti ibu hamil, pasien hepatitis, penderita TBC, waria, pekerja seks komersial (PSK), serta lelaki seks lelaki (LSL).
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan telah mengintensifkan sosialisasi di seluruh puskesmas yang ada di Halmahera Tengah, menyasar kelompok-kelompok berisiko untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan deteksi dini HIV/AIDS. Selain itu, pihak Dinas Kesehatan juga menggandeng Polres Halmahera Tengah dalam operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang menyasar tempat-tempat hiburan malam.
Sebelumnya, operasi Pekat telah dilakukan di sejumlah kafe remang-remang, dimana petugas menemukan sejumlah pengunjung yang terjangkit penyakit menular seksual seperti sifilis dan lainnya.
“Minggu ini, operasi serupa juga akan kembali dilakukan di dalam Kota Weda untuk menekan aktivitas berisiko yang dapat mempercepat penyebaran HIV/AIDS di wilayah ini,” ungkap Irwan Halek.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
