Mitan Halbar Langka Saat Ramadhan, Kuota Raib ke Mana?

Warga saat mendatangi Kantor Disprindagkop Halmahera Barat

JAILOLO – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah di Kabupaten Halmahera Barat  kembali memicu keresahan warga. Sejumlah warga mendatangi kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disprindagkop) setempat pada Selasa (11/3/2025) untuk menyampaikan protes atas sulitnya mendapatkan minyak tanah, terutama di bulan suci Ramadhan.

Pantauan Fajar Malut di lapangan, warga yang datang ke kantor Disprindagkop membawa jerigen dan gelong berbagai ukuran sebagai simbol protes. Mereka menuntut kejelasan terkait distribusi minyak tanah yang dinilai tidak merata.

Salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya mengungkapkan minyak tanah merupakan kebutuhan vital masyarakat Halmahera Barat. Terlebih, dalam momentum bulan suci Ramadhan, kebutuhan masyarakat Muslim terhadap BBM semakin meningkat.

“Kami semua butuh minyak tanah, terutama dalam bulan Ramadhan ini. Namun, distribusinya tidak merata, dan sangat sulit mendapatkannya,” ujarnya.

Warga lainnya mengungkapkan bahwa kuota minyak tanah yang disuplai ke desa-desa berdasarkan jumlah kepala keluarga sering kali tidak sesuai dengan alokasi yang seharusnya diterima. Misalnya, ada desa yang seharusnya mendapat jatah 5 ton per penyaluran, namun kini hanya menerima 2 ton. Hal ini berdampak pada jumlah yang diterima oleh warga, yang sebelumnya bisa mendapat 12 liter per kepala keluarga, kini hanya 3 liter.

Berita Terkait