Mitan Halbar Langka Saat Ramadhan, Kuota Raib ke Mana?

“Kami bingung, kenapa ada pangkalan yang mendapatkan 5 ton, sedangkan yang lain hanya 2 ton? Sisa kuotanya ke mana? Ini harus dijelaskan,” keluh warga.

Mereka mendesak Disprindagkop untuk segera mengambil langkah konkret guna mengatasi permasalahan ini. Warga meminta agar kuota minyak tanah diperiksa secara transparan, dan distribusinya diawasi ketat agar tidak terjadi penyelewengan.

“Dinas harus segera bertindak. Ramadhan masih berjalan 20 hari lagi, dan kebutuhan kami terhadap minyak tanah sangat besar. Jangan sampai warga terus kesulitan mendapatkan bahan bakar yang seharusnya menjadi hak mereka,” tegas seorang warga.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Disprindagkop belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga dan dugaan ketidaksesuaian distribusi minyak tanah di daerah tersebut.

Warga berharap adanya transparansi dari pemerintah daerah dalam mengelola dan mendistribusikan BBM bersubsidi agar tidak terjadi kesenjangan yang merugikan mereka, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan suci Ramadhan.

Pewarta   : Faisal Noho  Editor  : Zulkifli Hi Saleh

Berita Terkait