“Imunisasi memiliki peran penting dalam mendukung terwujudnya generasi sehat serta target daerah bebas stunting,” tuturnya.
Ia menyebut sejumlah penyakit seperti campak, diare dan polio yang kerap menyerang balita seharusnya sudah dapat dieliminasi. Namun, rendahnya cakupan imunisasi di sejumlah wilayah masih menjadi kendala utama.
“Masih banyak balita yang tidak mendapatkan imunisasi, sehingga berdampak pada berat badan dan tumbuh kembang yang tidak terkontrol,” ujarnya.
Untuk itu, Dinas Kesehatan juga mengaktifkan kembali peran pos pelayanan terpadu (posyandu) di desa-desa.
Pelatihan khusus diberikan kepada pengelola program imunisasi guna memastikan target cakupan dapat tercapai. “Posyandu harus aktif. kami dorong tenaga kesehatan di lapangan agar mampu mengejar target dan melakukan intervensi lebih cepat,” pintanya. (nan)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
