TIDORE – Rusaknya pelencengan pelabuhan Fery Galala Kecamatan Oba Utara Kota Tidore kepulauan yang sudah semakin parah, membuat Dinas Pehubungan (Dishub) Kota Tidore Kepulauan mengambil langkah untuk dihentikan aktifitasnya sementara waktu guna dilakukan perbaikan demi keselamatan dan keyamananan para penumpang. Menurut kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tidore Kepulauan Daud Muhammad kepada sejumlah media mengatakan, penghentian aktifitas pelabuhan fery galala sementara waktu ini ditargetkan tidak sampai memasuki bulan suci ramadhan. Pasalnya untuk perbaikan kerusakan pelencengan tersebut rencanya pada Senin, (17/2) sudah bisa dilakukan.
“Besok seluruh material sudah bisa diturunkan, dan dalam waktu singkat sudah bisa dilakukan pekerjaan. untuk pekerjaan rehab pelencengan pelabuhan fery galala ini dialokasikan melalui APBD senilai Rp. 190 juta, jadi aktifitasnya akan dihidupkan kembali setelah pekerjaan pelencengan sudah selesai, jadi kepada masyarakat kami mohon maaf yang sebesar-besarnya karena ini demi keselamatan bersama, olehnya untuk sementara waktu kita menahan diri dulu sembari memperbaiki kerusakan yang ada,” ungkapnya saat berbincang dengan sejumlah media pada Minggu, (16/2) kemarin di kawasan pantai tugulufa.
Penghentian aktifitas pelabuhan Fery Galala, baik dari bongkar muat angkutan maupun naik turun penumpang ini, juga sudah dikoordinasikan dengan Balai Perhubungan Darat Provinsi Maluku Utara, ASDP, beserta pemilik kapal Fery lainnya dan sejumlah instansi terkait, sehingga untuk pengalihan arus transportasi. Dishub berencana untuk Fery tujuan Ternate–Galala maupun Tidore Galala, akan digeser ke pelabuhan Fery Gita Kecamatan Oba.
“Untuk pengalihan arus ke pelabuhan Gita dikhusukan bagi penumpang dan kendaraan roda dua maupun empat. tidak diperkenaankan untuk mobil diatas roda empat, karena kondisi pelabuhan gita adalah pelabuhan laut yang hanya melayani jasa angkutan dibawah roda empat,” tambahnya. Selain dilakukan perbaikan plencengan Pelabuhan Fery, Dishub Kota Tidore Kepulauan juga melakukan rehabilitasi ruang tunggu pelabuhan Fery Galala yang dialokasikan senilai Rp. 1,9 Milyar. dan pekerjaan tersebut akan dilakukan secara bersamaan. “Kita akan mendahulukan perbaikan pelencengan, meskipun dalam pekerjaan rehab ruang tunggu pelabuhan belum selesai, tetapi perbaikan pelencengan sudah selesai, maka kita langsung mengaktifkan kembali, karena aktifitas bongkar muat tidak menganggu rehabilitas ruang tunggu,” jelasnya. (ute)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)


Berikan Komentar pada "Aktifitas Pelabuhan Fery Galala Dihentikan"