Internal Kesultanan Bentrok, Zulkifli Marsaoly Terluka

Suasana di kadaton Ternate

Nulzuludin Pastikan Prosesi Pemilihan Sultan Baru Berlangsung Ramadhan

TERNATEInternal kesultanan Ternate, Selasa (29/03/2022) kembali bentrok. Kabarnya, insiden ini melibatkan kubu Fala Raha dan kubu pendukung Sultan Ternate, Hidayatullah Sjah. 

Belum jelas diketahui kronologis insiden ini. Tapi yang terpantau di lapangan, ada Jogugu versi Fala Raha, Zulkifli Marsaoly yang dipukuli di tengah kerumunan massa, bahkan ada tanda sobek di bagian jidadnya akibat terkena tebasan parang pasukan pendukung Sultan Hidayatullah Sjah.

Menurut Nuzuludin Mudaffar Sjah (salah satu anak mendiang Sultan Mudaffar Sjah), peristiwa tersebut merupakan satu upaya diplomatik sehingga tidak perlu ditanggapi secara mendalam, apalagi sampai dendam. “ Apalagi kita di Timur ini orangnya panas, suka tidak terkendali, jadi ada kesalahpahaman, emosi yang tidak terkontrol,“ ungkapnya.

Nulzuludin tidak mengakui Hidayaullah Sjah sebagai Sultan Ternate. Ia menilai prosesi pengangkatan Sultan beberapa waktu lalu tidak sesuai mekanisme dan aturan adat. “ Kalau kita mau bicara Sultan, 2016 saya sudah jadi Sultan. Dengan prosesi yang begitu lengkap, tetapi ketika Paman saya, Almarhum Om Ta bilang bahwa ada yang kurang dan harus dilengkapi, legowo saya,” katanya.

Ofa Ul (sapaan akrab Nuzuludin) ini mengaku, kedatangan pihaknya ke Kesultanan kemarin dalam rangka ingin berdialog dengan Sultan Hidayatullah Sjah. “ Kita ingin berbicara antara adik dan kakak, kalaupun ada masalah adat, nanti ada lembaga adat yang membantu kita berbicara, tetapi kenyataanya, kita datang baik-baik tanpa membawa senjata tajam malah disambut dengan senjata tajam. Bagaimana mau dialog, mau masuk saja kaya begitu, tidak ada komunikasi,” paparnya.

Nuzuludin juga memastikan, selama ramadan nanti, pihak Fala Raha akan menggelar prosesi pemilihan Sultan Ternate yang baru dengan melibatkan aparat keamanan, Pemerintah daerah, dan pemangku adat. “ Kita lakukan ritual yang tentunya akan bermuara pada siapa Sultan yang akan memimpin kita setelah almarhum Mudaffar Sjah,” tegasnya.

Sementara Letnan Alfiris, Rony M. Saleh langsung memperketat pengamanan di Kedaton Kesultanan Ternate. Pengetatan pengamanan ini akan dilakukan hingga situasi di kesultanan membaik. “ Kami menyayangkan beberapa hari kemarin ada oknum yang mencoba mencitpakan situasi yang tidak kondusif,” katanya.

Ia juga mempertanyakan motif permintaan mediasi yang diajukan kemarin. Kenapa mediasinya baru dilakukan sekarang? Sementara pihak kelurga sejak awal sudah melakukan mediasi dan melahirkan satu keputusan. “ Jadi persoalan Sultan ini sudah selesai. Bagi kelompok yang tidak menyetujui, itu hak mereka, tapi ini satu sistem yang harus terus berjalan, karena Bobato 18 sudah berkeputusan,” tegasnya seraya menegaskan, jika ada lagi yang mengaku-ngaku sebagai Bobato 18 dan Fala Raha, maka itu ilegal. 

Sebagai kepala keamanan Kesultanan Ternate, Rony telah menginstruksikan pasukan pengamanan kedaton untuk memperketat penjagaan di Kedaton Kesultana Ternate. “Karena sekarang sudah bukan lagi urusan keluarga, tapi sudah bala kusu dan Sultan. Semua masyarakat Kota Ternate punya hak untuk melindungi Sultan dan Kedaton, karena kedaton adalah Cagar Budaya yang dilindungi Undang-Undang, sedangkan Sultan adalah simbol masyarakat adat,” tegasnya. 

Pantauan di lapangan, hingga pukul 18.46 WIT, penjagaan di kedaton Kesultanan Ternate masih terus dilakukan baik oleh pasukan keamanan kesultanan maupun anggota Polres Ternate.

Sementara itu, Kapolres Kota Ternate, AKBP Andik Purnomo meminta seluruh petinggi di Kedaton Kesultanan Ternate agar bisa selesaikan masalah internal dengan baik dan tidak membawa massa.  “ Untuk masalah adat, kami kembalikan ke adat. Kami ada di sini untuk mencegah terjadinya kriminalitas. Yang menyangkut dengan kriminalitas kita akan tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” katanya saat ditemui wartawan di seputaran Kedaton Ternate, Selasa (29/03/2022). 

Andik meminta agar masyarakat tidak terpancing dan tidak terprovokasi. Selain itu, untuk para sultan yang sedang bermasalah di internal agar silahkan selesaikan masalah dengan baik. “Jangan bawa masalah ini keluar, ini demi menjaga situasi di Ternate tetap kondusif,” ujarnya. 

Tentu, kehadiran pihak keamanan di sini selain penjagaan, lanjutnya, juga dilakukan mediasi dari berbagai pihak. “Karena menghindari adanya pertemuan besar yang bisa mengakibatkan konflik, maka kita upayakan untuk perwakilan saja. Di Polres nanti kita siapkan tempat untuk mediasi,” ucap Andik. 

Andik berharap kepada keluarga besar Kadaton Ternate dengan adanya masalah ini menjadi pendewasaan. Bukan untuk saling berbalas dendam. “Tetapi mudah-mudahan segera tercapai kesepakatan, sehingga bisa damai ke depan. Sekali lagi, untuk masalah adat ini kita kembalikan ke mereka untuk diselesaikan,” harapnya. 

Jadi, kata dia, untuk masalah ini sudah berapa kali pihaknya melakukan mediasi. Mulai dari Minggu hingga Senin. “Jika nanti dua pihak berkenan untuk mediasi, kita akan siapkan tempat yang netral untuk mediasi, yaitu di Polres Ternate,” ungkap Andik sembari menambahkan bahwa dari pantauan mereka terdapat satu korban yang sedang mereka dalami.(nas/nai) 

Berita Terkait