DARUBA – Jalan trans Kabupaten Pulau Morotai yang menghubungkan desa Ngele-Ngele Kecil dan desa Tilei, Kecamatan Morotai Selatan Barat (Morselbar), amblas akibat luapan air dari parit persawahan desa Tilei.
Amatan Fajar Malut, badan jalan yang amblas mencapai 1 meter dengan kedalaman 2 meter dan panjang kerusakan mencapai 3 meter.
Para pengendara khususnya mobil dihimbau untuk waspada saat melintas, terutama kendaraan yang berukuran besar. Pasalnya, kondisi aspal di sekitar longsor juga sudah retak.
“Kalau tidak cepat diperbaiki musim hujan berikutnya longsornya tambah parah,” kata Akri salah satu warga desa Tilei saat diwawancarai, Rabu (8/6/2022).
Menurutnya, longsor di jalan di sekitar parit sudah terjadi sejak lama, namun tidak ada upaya antisipasi dari pemerintah, sehingga kerusakannya makin parah hingga mulai mengancam badan jalan.
“Longsor itu sudah lama, tapi dibiarkan saja, makanya kemarin awal Mei saat musim hujan, air parit ini naik, akibatnya longsor, dan langsung kena badan jalan juga,” ungkapnya.
Sahjid salah satu pengendara berharap jalan yang amblas tersebut segera diperbaiki demi keselamatan pengendara. “Takutnya saat kendaraan melintas tiba-tiba jalan amblas, ini bahaya, makanya harus cepat diperbaiki, jangan sampai ada yang korban,” harapnya.
Selain jalan, salah satu rumah warga desa Tilei di sekitar parit juga mulai terancam longsor, terlihat titik longsor dengan rumah tersebut hanya tersisa jarak 3,5 meter.
“Iya kasihan, kalau tidak cepat perbaiki lama-lama rumah milik pak Into itu bisa ambruk, karena hampir setiap musim hujan di depan rumah itu longsor terus,” kata Faisal warga lainnya. hingga berita ini dikirim ke redaksi pihak instansi terkait belum memberikan tanggapan. (fay)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

