TERNATE – Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate berkomitmen melakukan penataan pedagang di areal parkir Pasar Higienis Ternate.
Setelah berhasil menata sisi utara dan selatan depan pasar higienis pada awal pekan ini, pihak Disperindag berencana melakukan penataan lanjutan sejumlah pedagang pedagang yang menggelar dagangan di lantai yang masih bertahan di sisi timur, pada Kamis besok.
Langkah ini diambil menyusul adanya protes dari para pedagang yang sudah lebih dulu bersedia dipindahkan ke bagian dalam pasar. Hal ini disampaikan Sekretaris Disperindag Kota Ternate M. Syaiful Arsyad, pada Rabu (22/4/2026).
Syaiful menjelaskan, penataan telah dilakukan secara bertahap sejak Senin kemarin. Namun, keberadaan pedagang asal Ternate Barat yang berjualan hingga pukul 10.00 WIT di sisi luar pasar memicu kecemburuan dari pedagang yang sudah menempati dalam pasar.
“Setelah pedagang digeser ke dalam, muncul protes. Kami harus menghargai usulan dan aspirasi mereka. Kami tidak bisa menutup mata karena pedagang di dalam juga mengambil barang dagangan dari ibu-ibu pedagang tebar ini,” katanya, saat ditemui di lokasi, pada Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, jika pedagang masih dibiarkan berjualan di area parkir luar, para pembeli cenderung tidak akan masuk ke dalam pasar, yang akhirnya merugikan pedagang yang sudah lebih dulu dipindahkan.
Meski begitu menurut Syaiful, penataan yang dijadwalkan pada Kamis besok akan diarahkan ke lokasi alternatif di samping kantor UPTD Pasar. Syaiful juga menekankan, pemindahan pedagang ini akan dilakukan secara persuasif.
“Kita hadir untuk mengatur. Kita lakukan secara persuasif, sudah kami sampaikan meski belum secara formal untuk mengukur respon mereka. Alhamdulillah, sejauh ini lancar dan mohon dukungannya,” katanya.
Selain penataan pedagang, Syaiful juga menyoroti pentingnya peran Dinas Perhubungan (Dishub) dalam menjaga sterilisasi lahan parkir. Dia berharap, Dishub dapat memaksimalkan petugas di sisi utara dan selatan agar area yang sudah kosong tidak kembali ditempati oleh pedagang dan dapat digunakan sebagai tempat parkir kendaraan.
“Harapan saya untuk teman-teman Dishub, begitu area parkir ini kosong, tolong dimaksimalkan posisinya. Jangan sampai terlihat kosong sehingga membuka ruang lagi bagi pedagang untuk masuk. Saya sudah koordinasi dengan Kadis dan Kabid Dishub untuk dapat tindak lanjutnya,” ungkpnya.
Dia menyebut, penataan pedagang di kawasan Pasar Higienis Ternate yang berlangsung pada Selasa kemarin sempat memicu ketegangan, karena ada protes dari pedagang.
Ketegangan bermula saat petugas berupaya menggeser para pedagang yang berjualan di sisi selatan area parkir untuk masuk ke dalam gedung pasar. Namun, situasi semakin kompleks ketika para pedagang yang sudah lebih dulu menempati bagian dalam pasar ikut keluar dan memberikan dukungan kepada pemerintah agar penertiban tetap dilakukan. Hal ini memicu terjadinya adu mulut antar kedua kelompok pedagang tersebut.
“Namun kondisi dilapangan tetap steril, karena kita menggunakan langkah persuasif,” terangnya.
Dia juga mengklarifikasi video yang beredar di media sosial mengenai adanya pembakaran di lokasi pasar. Syaiful menegaskan, api tersebut bukan berasal dari aksi anarkis pedagang, melainkan tumpukan sampah yang dibakar di penghujung proses penertiban.
“Itu adalah sampah hasil jualan yang dikumpulkan oleh pedagang sendiri lalu dibakar setelah penertiban selesai. Jadi tidak benar jika ada aksi pembakaran sebagai bentuk protes,” jelasnya.
Dikatakan Syaiful, pihaknya mencatat sebanyak 117pedagang yang berjualan di pelataran Pasar Higienis yang dilakukan penataan. Jumlah tersebut mencakup pedagang luar serta pedagang dalam gedung yang sempat keluar berjualan di selasar karena menganggap berjualan di luar lebih menguntungkan dan mudah dijangkau pembeli.
Dia memastikan, Disperindag tetap berkomitmen sesuai hasil rapat koordinasi beberapa waktu lalu untuk mengembalikan seluruh pedagang ke dalam lokasi yang telah disediakan guna menjaga ketertiban pasar.*
Editor : Hasim Ilyas
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

