Sisa Dana Pilkada Masih Ditahan

Ketua KPU Kota Ternate

TERNATE Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Ternate masih menunggu penyaluran sisa anggaran dari Pemkot Ternate untuk pelaksanaan pilkada, bahkan permohonan penyaluran sisa anggaran telah disampaikan ke Pemkot Ternate sebelum 15 Juli. “Revisi NPHD kan sudah, dan kemarin sudah penandatangan addendum, bahkan surat permohonan sudah dimasukan,” kata Ketua KPU Kota Ternate M. Zen A. Karim, Kamis (16/7).

Namun kata dia, Walikota baru balik dari luar daerah dan pihaknya belum mengkroscek apakah sudah diproses sisa penyaluran anggaran Pilkada ataukah belum. Meski begitu, kata dia, dukungan Pemkot Ternate terhadap anggaran Pilkada cukup baik. “Alhamdulillah dukungan anggaran dari pemerintah terhadap KPU itu berjalan lancar dan tidak ada kendala,” ungkapnya.

Menurut dia, dalam aturan disebutkan transfer dana akhir sesuai permendagri itu batasnya tanggal 15 Juli. “Hanya karena pak Wali berada di luar daerah, tapi permohonan kami sudah ada sebelum 15 Juli, mudah-mudahan bisa direalisasi,” terang dia.

Dana KPU yang tersisa dan menunggu penyaluran dari Pemkot sebesar 60 persen dari total dana hibah. “Jadi tinggal persetujuan pak Wali saja, karena permohonan kami sudah masuk,” ucapnya.

Terpisah Kabid Kasda BPKAD Kota Ternate M. Iksan Kamil dikonfirmasi mengatakan, untuk realisasi pencairan sisa 60 persen belum dilakukan, karena pihaknya masih menunggu revisi NPHD.  “ Kalau dicairkan kan harus ada perubahan NPHD dulu, baru diproses,” katanya.

Pihaknya tinggal menunggu perubahan NPHD tersebut, meskipun permintaanya sudah di masukan oleh KPU. “Jadi kami masih menunggu perubahan NPHD nya dulu,” tutupnya.

Sesuai data yang himpun Fajar Malut menyebutkan, total NPHD untuk alokasi dana Pilkada yang sudah diteken sebelumnya  sebesar Rp.47.050.000.000 dan realisasi baru Rp.15.874.080.000, dimana untuk anggaran KPU sesuai dengan NPHD sebelumnya sebesar Rp 28.550.000.000 dan baru terealisasi Rp.10.874.080.000, sedangkan Bawaslu sesuai NPHD sebesar Rp.12,5 miliar dan terealisasi sebesar Rp.5 miliar, sementara untuk anggaran keamanan sebesar Rp.6 miliar belum ada yang terealisasi.(cim)

Berita Terkait