SOFIFI – Transformasi model bisnis media di Provinsi Maluku Utara (Malut) disebutkan jadi kunci kedaulatan informasi daerah dan instrumen penting dalam menjaga efisiensi pembangunan nasional.
Guna mendukung hal tersebut diatas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut, sangat mendukung diimplementasikannya program Penguatan Pers dan Media Massa yang BEJO’S atau Bertanggung Jawab, Edukatif, Jujur, Objektif dan Sehat Industri.
Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos telah menginstruksikan jajarannya untuk memberi dukungan dalam memperkuat ekosistem pers daerah melalui sinergi dan model kolaborasi strategis.
Hal ini dikatakan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Malut, Dr Muhammad Sarmin S Adam dalam keterangan persnya, Selasa (10/03/2026).
Bappeda Malut, dalam mendukung program prioritas nasional itu, merekomendasikan tiga strategi utama dalam mendukung Media BEJO’S di provinsi ini. “Pertama, akselerasi modul klinik manajemen yang memprioritaskan standarisasi tata kelola dan etika sebagai prasyarat utama sebelum melakukan diversifikasi pendapatan,” ujar Sarmin.
Selanjutnya, berupa optimalisasi mekanisme co-funding CSR atau Corporate Social Responsibility (tanggung jawab sosial pelaku usaha). “Hal ini bertujuan mendorong sektor swasta untuk terlibat aktif dalam pendanaan media melalui skema yang transparan dan tetap menjaga independensi redaksi,” timpal alumni doktoral Polgov UGM itu.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

