Komitmen Berantas Korupsi, Pejabat BKKBN Cap Darah

SOFIFI – Ada yang menarik pada pengambilan sumpah jabatan di BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana) yang dilakukan oleh Kepala BKKBN Pusat dr. Hasto Wardoyo, pada akhir pekan kemarin di auditorium BKKBN RI, Jakarta. Para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama (PTM dan PTP) BKKBN menandatangani Akta Pernyataan dan Maklumat dengan cap jempol darah.

Salah satunya kepala BKKBN Provinsi Maluku Utara (Malut) Nerius Auparai.

Nerius Auparai mengatakan tujuan dilakukannya cap jempol darah agar pejabat dalam melaksanakan program KKBPK (Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga) secara sungguh-sungguh dengan aksi bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

“Ini juga sebagai bentuk komitmen memberantas korupsi, khususnya dilingkungan BKKBN, tanpa korupsi pelayanan kepada masyarakat akan maksimal,” ungkap Nerius Auparai kepada Fajar Malut di ruang kerjanya di Sofifi, Senin (3/2).

Sebelumnya, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo yang juga ikut mendampingi PTM dan PTP untuk mengukir janjinya dengan tetesan darah itu mengajak seluruh pegawai BKKBN harus melakukan revolusi mental untuk membangun kesadaran agar bisa mengubah mindset mengenai Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), yaitu agar tidak melakukan KKN.

“Kondisi lapangan kita membutuhkan orang yang sungguh-sungguh, kita harus berjanji untuk serius dan sungguh-sungguh,” tegasnya. 

Dikatakan, kunci untuk membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terletak pada proses manajemennya, baik itu rekrutmen, mutasi, rotasi, seleksi, pendidikan hingga pensiun.

Dalam rangka memenuhi proses tersebut, dituntut untuk mengedepankan akuntabilitas, profesional dan keterbukaan.

Oleh karenanya, sistem merit sangat penting dijalankan guna menjamin terbentuknya generasi pimpinan yang adaptif dengan dinamika tantangan, serta membentuk generasi smart Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tangguh, mengawal roda berjalannya birokrasi di masa depan.

Pada Tahun 2019, BKKBN berdasarkan hasil Survei akhir tahun RPJMN 2015-2019 pencapaian Total Fertility Rate (TFR) 2,45 sedangkan target adalah 2,28 sehingga BKKBN masih harus bekerja keras.

Oleh karena itu, dirinya menginginkan Quick Win yang dijalankan oleh seluruh pejabat baru yang dilantik, agar dapat melaporkan kegiatan program apa saja yang akan dijalankan pada 100 hari pertama kerja.

Bukan hanya instansi yang dilakukan rebranding, akan tetap membangun jaringan baik secara vertikal maupun horizontal. 

Ia meminta pengalaman kerja yang unggul dan tangguh harus dikembangkan, merespon perubahan secara cepat, berikan solusi nyata bagi setiap permasalahan di lingkungan kerja, bukan hanya pada proses semata. (yud)

Berita Terkait

Berikan Komentar pada "Komitmen Berantas Korupsi, Pejabat BKKBN Cap Darah"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*