Rutan Soasio Tidore Berlakukan Video Call Untuk Warga Binaan

TIDORE – Untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19, Rutan Soasio Kota Tidore Kepulauan kini menerapkan sistem video call dan telephone bagi warga binaan (napi) maupun keluarga yang ingin membesuk.


Pelaksanaan video call dan telephone ini sudah diterapkan oleh Rutan Sosial sejak beberapa Minggu lalu. Hal ini dilakukan untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona atau covid-19.
“Dalam rangka pencegahan covid – 19, kita memang tidak mengijinkan ada besukkan langsung, itu sudah awal April lalu,” kata Kepala Rutan Hidayat A.Mp.Ip saat ditemui wartawan di kantornya.


Hidayat mengatakan bahwa untuk mempermudah para warga binaan (napi) dirinya juga telah menyiapkan tiga (3) handphone. Dan baru difungsikan sementara hanya dua handphone untuk digunakan oleh para warga binaan sebanyak 83 orang.
“Iya kita mengadakan, kita siapkan tiga (3) handphone dan nomor handphone itu kita koordinasikan dengan instansi terkait untuk dipantau agar meminimalisir penyebaran narkoba,” tuturnya.


Kata Hidayat, penggunaan handphone tersebut pihak Rutan Soasio menyerahkan ke warga binaan (napi) digunakan hanya di pagi hari untuk para warga binaan melakukan komunikasi dengan keluarga dan pada sore harinya diambil oleh petugas untuk disimpan.


Saat ditanya pemakaian handphone yang disediakan pihak Rutan Soasio apakah dibebankan biaya kepada warga binaan setiap kali melalui video call maupun telephone. Hidayat beralasan bahwa sebelumnya para napi menggunakan handphone pribadi dan itu sangat rentan sekali dalam penyebaran narkoba.
“Handphone pribadi itu kan rentan penyebaran penggunaan narkoba, kita memfasilitasi dengan biaya yang sangat murah itu saja, jadi bukan dia bayar ya, dia (napi) membantu dalam rangka partisipasi untuk komunikasi,” ucapnya.


Dalam penggunaan handphone yang disediakan oleh Rutan Soasio setiap warga binaan (napi) dibebankan biaya 1 menit 500 rupiah per sekali telephone itu untuk panggilan keluar, sementara untuk panggilan masuk dibebankan sebesar 250 rupiah per menit.” Iya 1 menit 250 rupiah untuk panggilan masuk,” jelasnya.


Ditanya terkait uang yang diperoleh oleh para warga binaan (napi), Hidayat mengatakan bahwa uang itu biasanya dikirim oleh keluarga, ” Biasanya keluarga yang kirim, nanti kemudian uang itu kami register ke penyimpang untuk membela tambahan makanan disini,” jelasnya.
Sementara itu, uang hasil pungutan dari biaya video call dan telephone itu, kata Hidayat, akan digunakan untuk penambahan fasilitas dan kesejahteraan warga binaan maupun pegawai di Rutan Soasio,” Kesejahteraan itu untuk pegawai Rutan maupun warga binaan, itu berlaku baru 2 Minggu,” tutupnya. (Ute)

Berita Terkait

Berikan Komentar pada "Rutan Soasio Tidore Berlakukan Video Call Untuk Warga Binaan"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*