Catatan 100 Hari Virus Corona Menyerang Malut

dr. Alwia Assagaf

TERNATE – Kurang lebih 100 hari sudah virus corona terkonfirmasi di Provinsi Maluku Utara. Kasus ini pertama kali diumumkan pada bulan Maret 2020 dengan rata-rata penemuan kasus per hari sebesar 0,03 persen.

Setelah diumumkan untuk pertama kalinya, selanjutnya kasus ini terus beranak pinak. Terhitung sejak tanggal 23 Maret hingga 2 Juli 2020. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut sudah mencatat pertumbuhan jumlah penderita wabah ini sebanyak 940 kasus dengan angka kematian sebanyak 31 orang.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Malut, dr. Alwia Assagaf melaporkan hasil analisis 100 hari kasus pandemic Covid-19 di Malut. Dikatakan,  sejak 23 Maret hingga 1 Juli 2020, angka persentase kasus ini sudah mencapai 875. Yang tertinggi berada di Kota Ternate yakni sebesar 45 persen, diikuti Halmahera Utara 18 persen, dan Tidore Kepulauan 16 persen. Kabupaten yang tidak teridentifikasi warganya terinfeksi Covid-19 hanya ada di Kepulauan Taliabu. “Untuk Kepulauan Taliabu nol persen,” katanya.

Sedangkan angka kesembuhan kasus ini di Malut per 1 Juli 2020 sebanyak 112 orang atau sebesar 12,8 persen. Angka kesembuhan wabah ini yang tertinggi ada di Kepulauan Sula yakni sebesar 65 persen. Diikuti Halmahera Tengah 28 persen dan Morotai 25 persen, ketiganya masih berada di atas angka kesembuhan Malut secara umum. “Kami mengapresiasi upaya yang dilaksanakan oleh Kepsul untuk mencapai angka kesembuhan yang cukup tinggi,” ujarnya.

Untuk angka kematian di Malut per tanggal 1 Juli tercatat ada 31 kasus atau ada 3,5 persen kematian. Kasus kematian ini tertinggi ada di Kabupaten Halmahera Barat sebesar 16,7 persen atau jauh diatas angka kematian Provinsi Malut, disusul Tidore Kepulauan sebesar 4,4 persen dan Kota Ternate 3,8 persen.

Sementara untuk angka serangan kasus di Malut dengan jumlah total kasus 875 per 1 Juli 2020 mengindikasikan bahwa dari 68,4 per 100.000 penduduk, di setiap 100.000 penduduk terdapat 68 sampai 69 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19.” Bagaimana dengan Kabupaten/Kota? Kota Ternate sebanyak 166 orang per 100.000 penduduk, Tidore Kepulauan 131 orang per 100.000 penduduk, dan Halmahera Utara ada 80 orang yang positif Covid-19 diantara 100.000 penduduk,” ujarnya.

Dr. Alwia menerangkan, rata-rata penemuan kasus per hari pada bulan Maret sebesar 0,03 persen atau tidak sampai 1 orang, tetapi pada bulan April angka ini naik menjadi 1,33 orang per harinya. Artinya, di setiap harinya ada 1 sampai 2 orang yang terkonfirmasi positif.

Kemudian pada bulan Mei, grafik itu terus menanjak menjadi 3,73 persen. Artinya setiap harinya ada 3 sampai 4 orang yang terkonfirmasi kasus positif baru. Sedangkan di bulan Juni 2020, garis grafiknya menanjak ke angka 19 orang per harinya.” Artinya setiap harinya ada 19 orang yang positif kasus baru Covid-19,” jelasnya.

Komentar

error: Content is protected !!