Peliput: Nasarudin Amin
Deringan panggilan telepon bergetar diatas meja kerja usai maghrib tadi, menghentak lamunanku. Tak ku sangka panggilan telepon itu adalah AKP. Mahrus Munir, Danki Brimob Kompi I Yon A Pelopor Tobelo.
Tanpa perintah, aku kemudian mengangkat telephon itu dan mengucap salam lalu bertukar kabar. Ada rasa galau yang terucap dari mulut Mahrus dibalik telepon. Dia berucap tantangan kedepan sangat berat, tak boleh tutup mata dan berdiam diri, saat nilai-nilai kecintaan sebagian pemuda pada Indonesia mulai terkikis.
Rupanya dia khawatir kedepan ada pemuda usia sekolah yang bersikap apatis terhadap kedaan social yang terjadi sekarang. Kata dia, ditengah-tengah beragam isu yang mencuat ke seluruh pelosok tanah air, ada risau yang tak kunjung ada habisnya. Bagaimana tidak, di Tobelo (Kabupaten Halmahera Utara) saja, baru-baru ini ia bersama rekan-rekannya dalam satuan mengamankan enam anak muda usia sekolah yang tengah mengotori diri mereka dengan mengkonsumsi minuman keras (miras) serta lem. Ironi ini terus menghantui pikiranya.
Baginya, harus ada upaya memberikan pemahaman kepada pemuda usia sekolah tentang substansi nilai-nilai pancasila dan penerapanya. Mantan Anggota Satgas Garuda Bhayangkara II misi ke Sembilan yang ditugaskan bersama PBB menjaga kedamaian di Sudan tahun 2017 ini bilang, Negara ini memang selalu sumringah ketika ada putra anak bangsa yang berhasil mengukir prestasi.
Itu sebabnya, dia ditugaskan oleh Danyon A Pelopor di Kompi I Tobelo, AKBP Priyo Utomo Teguh Santoso untuk memekarkan rasa nasionalisme di tanah Hibualamo. “Harapanya tumbuh merekah, anak-anak Tobelo mesti dimekarkan dengan semangat kebangsaan, semangat kecintaan pada daerah, orang tua, guru dan seragam sekolahnya,” ucapnya.
Kecintazn itu dibuktikannya pada Rabu, (22/1/20) pukul 07.30 WIT, yang memberikan spirit empat pilar kebangsaan, juga tentang bahaya narkoba, miras, serta imbauan agar menjaga kamtibmas kepada 60 siswa di MTS Hininga Moi Togoliua, Kecamatan Tobelo Barat. “Saya diundang oleh sekolah untuk menanamkan pemahaman tentang itu, dan itu saya lakukan karena cinta kepada generasi Tobelo,” katanya.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)


Berikan Komentar pada "Garuda Hinggap di Tobelo"