DARUBA – Camat Morsel (Morotai Selatan), Darmin Djaguna mengakui banyak kasus sengketa lahan di wilayah kerjanya. Walaupun tak merinci berapa jumlah kasus yang sempat di mediasi oleh pihaknya, namun banyak aduan yang diterima selama dua tahun terakhir ini dan paling banyak di wilayah Kota Daruba.
“Banyak masalah ada yang lahannya sudah dijual, tapi dijual lagi ke orang lain, sehingga pemiliknya sampai dua hingga tiga orang. Jadi kalau beli lahan di Morotai harus diteliti baik-baik,” kata Darmin Djaguna saat dikonfirmasi wartawan, Senin (6/7).
Dikatakannya, sengketa lahan memang sulit diselesaikan secara kekeluargaan, dari sekian kasus yang dimediasi oleh Camat dan Kepolisian banyak tidak menemui titik terang, sehingga penyelesaiannya lebih banyak di Pengadilan.
“Belum lama ini kita sempat mediasi satu masalah sengketa di Desa Darame tapi tidak selesai juga,” ujar Darmin Djaguna. Ditanya soal Prona (Proyek Nasional Agraria), tahun ini Kecamatan Morsel ada dua Desa yang mendapat Prona yaitu Desa Dehegila dan Desa Muhajirin.
“Sehari dua sertifikatnya sudah keluar,” ungkapnya. Selain itu, Desa yang sudah mendapatkan Prona meliputi Desa Morodadi, Desa Dehegila, Desa Juanga, Desa Momijiu, Desa Joubela dan Desa Sabatai. (fay)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

